"Pelaku industri metal kita gesit merespons kebutuhan pasar, baik pasar korporat maupun konsumen retail. Mereka berinovasi dalam teknologi produksi dan menambah item produk," kata Menperin Saleh Husin di Gresik, Jawa Timur, Senin (24/8/2015).
Saleh Husin berada di Gresik untuk mengunjungi pabrik milik PT Wiharta Prametal. Produk perusahaan ini mengalir ke proyek konstruksi bangunan tinggi hingga perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga membuat begel yang dipakai untuk siku-siku besi pengecoran. Dengan memakai mesin, kontraktor menghemat waktu dari sebelumnya satu bulan jika dengan cara manual, menjadi hanya dua hari," ujar Dirut Adi Wijaya.
Menperin Saleh Husin mengapresiasi perusahaan ini karena melakukan inovasi sehingga lebih produktif, diterima konsumen, mampu bersaing.
"Apalagi Wiharta akan ekspansi memproduksi pelat metal. Artinya mereka siap bersaing dan harus kita dukung untuk penguatan industri dalam negeri," katanya.
Pemerintah, imbuhnya, juga telah mewajibkan instansi dan kementerian menggunakan produk dalam negeri dalam proyek pengadaan barang dan jasa. Hal ini diharapkan memperkuat industri nasional termasuk produsen metal.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Menperin meresmikan pabrik semen senilai Rp 11 triliun di Tuban milik PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik itu terdiri dari dua unit produksi berkapasitas total 3,4 juta ton per tahun.
(zul/hen)











































