Rupiah Rp 14.000, BKPM: Investor Baja Senang

Rupiah Rp 14.000, BKPM: Investor Baja Senang

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 31 Agu 2015 12:47 WIB
Rupiah Rp 14.000, BKPM: Investor Baja Senang
Jakarta - Pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sampai tembus Rp 14.000, rupanya dipandang sebagai peluang bagus bagi investor di sektor industri baja di Indonesia. Hal tersebut seperti diungkapkan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani.

"Ada yang menarik dari shock nilai rupiah mencapai Rp 14.000/US$, rupanya fenomena tersebut menarik investor sektor baja. Data investasi sektor baja naik 100% year on year (yoy) dari semester 1-2014 ke semester 1-2015," tutur Franky ditemui di Gedung Suhartoyo, BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Franky menjelaskan, investasi di sektor industri baja berjalan lancar, bahkan beberapa investasi baru pun masuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok ada penandatanganan kerjasama Taiwan-Indonesia di sektor baja. Rupiah melemah tidak sedikit yang menyatakan sekarang saatnya investasi. Harga besi dan baja murah, turun 50% dari US$ 600 ke US$ 300 ton. Harga tanah di Indonesia juga jadi lebih murah. Begitu kata investor industri baja," ujar Franky.

Di tengah kondisi ekonomi global melambat, menurut Franky, Indonesia masih potensial sebagai negara tujuan investasi utama di ASEAN. Investor melihat gejolak yang terjadi saat ini tidak dilihat dalam jangka pendek.

"Kita bicara jangka panjang. Investasi sekarang baru bisa beroperasi 2 tahun lagi. Investor pun melihatnya demikian, mereka berfikir jangka panjang kondisi ekonomi Indonesia dengan tingginya investasi akan membaik. Begitu juga dengan kondisi politik Malaysia. Investor melihat itu jangka pendek dan investasi ke Indonesia tetap jalan," katanya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads