RI Eksportir Sawit Terbesar, Tapi Tak Kuasa Tentukan Harga

RI Eksportir Sawit Terbesar, Tapi Tak Kuasa Tentukan Harga

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2015 19:26 WIB
RI Eksportir Sawit Terbesar, Tapi Tak Kuasa Tentukan Harga
Jakarta - Meski menyandang status sebagai negara pengekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO) terbesar dunia, Indonesia sama sekali tak bisa ambil bagian dalam penetapan harga sawit dunia.

Penetapan harga yang dikendalikan oleh konsumen CPO, ini membuat keuntungan komoditas andalan Indonesia ini selalu jauh dari optimal.

"Indonesia dan Malaysia adalah produsen 90% CPO dunia, tapi belum dapat kendalikan harga di pasar. Masih dikuasai konsumen," kata Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto, ditemui di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryo menilai, seharusnya pemerintah belajar pada pengalaman kegagalan komoditas-komoditas lainnya, sehingga keuntungan dari ekspor CPO bisa dinikmati dengan lebih optimal oleh petani sawit lokal.

"Kita pernah jadi produsen timah, playwood, dan gas alam terbesar. Tapi tidak punya kendali harga. Ini malah sudah bikin kerusakan alam tapi tidak mencapai titik optimum karena harga bukan kita yang kendalikan," jelas Suryo.

"Tahun 1970-an dan 1980-an Indonesia juga pernah jadi produsen terbesar playwood. Tapi yang tentukan harga konsumen. Sama juga kaya timah kita yang pernah jadi produsen terbesar, konsumen juga yang tentukan harga," tambahnya.

Sementara di sisi lain, perkebunan sawit Indonesia harus menerima tudingan sebagai penyebab deforestasi atau pembabatan hutan primer terbesar.

"Sawit mengalami berbagai tantangan. Kita dinobatkan sebagai penyebab deforestasi hutan primer, pekebun sawit sebagai produsen asap terbesar. Pembukaan sawit juga masih dianggap membuat peningkatan emisi karbon penyebab pemanasan global," tutur Bambang.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads