Dalam sambutannya, Dirut Pindad, Silmy Karim mengatakan, Pindad telah melaksanakan tugas mewujudkan kemandirian sesuai dengan tantangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang meminta Pindad untuk membuat produk non alutsista.
"Kehadiran Escava 200 ini sekaligus menjadi komitmen kami dalam mendukung program pembangunan pemerintah," ujar Silmy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat di media sekarang banyak sekali pesimisme. Kadang rakyat berpikir, apakah tidak ada hal baik di republik ini. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Pindad ini bisa didukung oleh menteri-menteri. Kalau seluruh pejabat semangat Indonesia akan bisa cepat unjuk gigi. Bangga jadi orang Indonesia. Bangkitkan semangat Indonesia mampu, tanpa dukungan dan tekad tidak akan bisa terwujud," tuturnya.
Dalam peluncuran ini, Pindad pun melakukan demonstrasi kebolehan Escava 200 di hadapan para tamu undangan yang hadir. Silmy menyatakan produk ini juga menjadi kado untuk HUT ke-70 RI. "Kami menggunakan warna merah putih sebagai kado HUT Indonesia ke-70," katanya.
Escava 200 pun unjuk kebolehan dengan melakukan berbagai manuver seperti mengangkat badan ekskavator sehingga seperti sedang menukik. "Escava 200 ini didesain untuk menjadi alat utama di bidang pertambangan, karena memiliki jangkauan maksimal hingga 9,9 meter sehingga bisa menjangkau posisi jauh," jelas pemandu.
Escava juga disebut user friendly, mudah dikendalikan dan sangat responsif serta mudah bermanuver di berbagai medan.
Peluncuran Pindad Escava 200 ini pun ditandai dengan pemecahan kendi yang dilakukan berbarengan oleh Silmy, Ryamizard, dan Basuki.
(tya/dnl)











































