Ada yang menarik perhatian di antara beragam produk stainless steel yang dijajakan para pedagang di Cawang Kompor, Jalan Dewi Sartika, Minggu (13/9/2015). Terselip di balik tumpukan oven dan dandang di Toko Fahmi Kompor. Itulah toples kerupuk mini yang terbuat dari stainless.
Toples kerupuk dari kaleng yang dicat warna-warni kini ngetren sebagai hiasan dekorasi di kafe, restoran hingga hotel. Dengan ukuran yang sengaja dibuat mini, toples kerupuk berubah menjadi benda unik bergaya vintage. Toples kerupuk berubah fungsi menjadi lampu, akuarium mini hingga dilukis menjadi pajangan.
Dari situlah Rizal, pemilik Fahmi Kompor punya ide membuat toples kerupuk namun mengubah bahannya menjadi stainless.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menceritakan, tren toples kerupuk ini terus berkembang sampai saat ini banyak yang sengaja membeli toples stainless buatannya untuk kemudian dilukis.
"Banyak anak-anak muda yang pesen buat digambar-gambar sisinya, terus dijual lagi," tambahnya.
Toples stainless tersebut terlihat rapi. Sisi-sisinya terdiri dari kaca. Berpadu dengan sudutnya terbuat buat dari stainless berwarna perak yang memunculkan kesan elegan. Sekilas orang melihat akan mengira buatan pabrikan berharga mahal. Rupanya murni buatan tangan perajin.
"Itu murni bikinan tangan. Tidak ada alat press. Modal besi-besi besar aja. Terus dibentuk," tambahnya.
Menariknya, perajin-perajin toples ini dulunya merupakan perajin kompor minyak yang sudah ditinggalkan. Bermodal besi-besi tua, perajin membentuk lempengan stainless menjadi toples mini nan cantik.
Ia memproduksi toples kaca dalam beragam ukuran dan model. Ada segi tiga, empat hingga enam. Satu set isi 3 toples mini segi empat Ia tawarkan seharga Rp 250.000 dan Rp 275.000 untuk satu set berisi 2 toples segi tiga dan 1 toples segi 4.
Pesanan tidak berhenti mengalir. "Setiap minggunya pesanan terus ada. Setiap pesanan 25-30 biji. Toples jualannya lancar, tiap minggu pasti bikin dan terjual," pungkasnya.Β
(ang/ang)











































