"Perusahaan penting kami, perusahaan kopi pernah mencoba memutuskan investasi di Indonesia. Tax (bea masuk) untuk kopi saat itu 5%, namun beberapa waktu terakhir informasinya disebutkan Indonesia telah meningkatkan tax menjadi 20%. Itu sungguh tidak menguntungkan bagi kami. Padahal dunia sudah mengenal kualitas kopi Kolombia," kata Alfonso Garzon, Duta Besar Kolombia untuk Indonesia ditemui dalam Investment Summit ColombiaβIndonesia 2015 di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2015).
Perusahaan kopi tersebut telah bisa berinvestasi di Malaysia senilai US$50 juta di Malaysia
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi menggaet investor Indonesia, perwakilan pemerintah Kolombia melalui ProColombia, sebuah badan pemerintah Kolombia untuk promosi ekspor, pariwisata internasional, investasi asing dan merek dagang mendatangi Indonesia menawarkan berbagai investasi.
"Kami ingin menunjukkan pengusaha Indonesia tentang kesempatan yang ada dalam pertukaran jasa maupun barang antar kedua negara. Sebelumnya, memang ada tantangan secara mental. Jarak menghalangi segalanya. Tapi dunia saat ini dengan teknologi berkembang dan hubungan bisa dilakukan dalam hitungan detik," terangnya.
Garzon melihat, Kolombia dan Indonesia bisa memulai kerjasama perdagangan minyak dengan nilai US$ 200-250 juta. Selain itu, Garzon mengatakan tertarik bertukar pengetahuan dari berbagai sektor industri yang ada di Indonesia.
"Di Indonesia, ada banyak sekali perusahaan dari berbagai sektor seperti pertanian, industri, energi, hingga air di mana kami ingin melakukan pertukaran pengetahuan, pengalaman dan juga bisnis. Kami yakin Indonesia jika melakukan hubungan dengan Kolombia sebagai negara sangat potensial di Amerika Latin bisa menguntungkan," jelas Garzon.
Garzon menjelaskan posisi Kolombia sebagai anggota asosiasi perdagangan di Amerika Latin maka membuka kesempatan bisnis tidak hanya di Kolombia.
"Kami bergabung dalam aliansi perdagangan antar negara Amerika Latin, maka ini menjadi tawaran peluang tidak hanya menyasar 49 juta penduduk Kolombia saja," tuturnya.
Dengan dibuka kembalinya kedutaan besar Kolombia di Indonesia pada 2011, Garzon mengharapkan bisa memperkuat perdagangan di Indonesia. Garzon juga mengapresiasi rencana pemerintah akan membebaskan visa berkunjung ke Indonesia dari Kolombia.
"Langkah ini sangat penting dengan rencana memasukkan Kolombia ke negara bebas visa ke Indonesia. Seperti yang kami punya ke Indonesia juga sudah bebas visa. Inilah konsep dunia perdagangan, baik itu jasa, barang, termasuk saling tukar manusia," terang Garzon.
Pemerintah Kolombia juga ingin memperkuat hubungan dengan Indonesia di bidang budaya, olahraga, dan kependudukan. "Pada Oktober nanti kami punya sebuah pameran, penghormatan kami atas hubungan Indonesia β Kolombia. Kami akan lakukan pameran kebudayaan," imbuhnya.
Garzon menyebut Kolombia punya iklim investasi nomor 1 di Amerika Latin dan terbaik keβ10 di dunia. Kolombia memberikan tawaran ke investor Indonesia dengan.berbagai fasilitas.
"Fasilitas yang diberikan kaitannya dengan beberapa kebijakan perdagangan memberikan kemudahan bagi Indonesia. Kami punya iklim investasi yang positif, penjaminan keuntungan, kepastian hukum, dan menyedikan free trade zone di semua kota di Kolombia bagi Indonesia," jelas Garzon.
(hen/hen)











































