Susah Dapat Kredit, Produk Motor Lokal Sulit Diterima Pasar

Sukma Indah Permana - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2015 21:38 WIB
Yogyakarta - Pengembangan produk otomotif berbasis merek lokal tak hanya terkait teknologi, namun juga soal pemasaran. Pengalaman kasus Motor Kanzen, yang kesulitan menembus pasar domestik karena salah satunya tak didukung pembiayaan kredit.

Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Syarif Hidayat menilai soal alih teknologi otomotif dari prinsipal asing ke industri lokal Indonesia, sudah pernah dilakukan.

"Sebenarnya kita bisa memaksa dengan memberi persyaratan ketat. Kita memaksa mereka untuk manufacturing untuk engine-nya," ujar Syarif dalam acara diskusi soal industri di Yogyakarta, Rabu (26/9/2015).

Syarif mengatakan Indonesia juga harus mampu merancang bangun sendiri produk otomotifnya. Namun bila kemampuan rancang bangun produk otomotif harus dibarengi dengan kemampuan menembus pasar.

"Persoalan besar industri mobil adalah bagaimana kita mampu meraih pasar," tuturnya.

Syarif mencontohkan, ‎motor Kanzen yang merupakan produk otomotif asli Indonesia. Motor Kanzen, kata Syarif dirancang bangun mulai dasar, termasuk komponennya yang dibuat oleh industri kecil.

"Hasilnya sepeda motor yang setara Honda. Problemnya, mampu tidak memasarkannya. Tidak ada satupun lembaga keuangan yang mau memberikan kredit,"‎ ungkap Syarief.

‎"Problem utama bukan di teknologinya. Kalau beli merek kita harus cash, sebagus apapun orang akan pergi," tegas Syarif.



(sip/hen)