Ekonomi Lesu, Pengusaha Semen Tak PHK Karyawan

Ekonomi Lesu, Pengusaha Semen Tak PHK Karyawan

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 28 Sep 2015 15:42 WIB
Ekonomi Lesu, Pengusaha Semen Tak PHK Karyawan
Jakarta - Industri semen selama semester I-2015 mencatatkan penjualan 28,4 juta ton atau turun 1,6% dibandingkan periode yang sama 2014. Namun turunnya penjualan akibat ekonomi lesu ini tak membuat pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kalau pabrik semen belum ada laporan, biasanya ada (laporan), tapi belum ada sekarang," kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Widodo menjelaskan, kebanyakan sektor lain yang melakukan PHK karena terbebani dengan penurunan konsumsi masyarakat dan sekaligus pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dan kenaikan tarif listrik untuk industri. Sedangkan industri semen dampak dari pelemahan rupiah hanya kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau karena rupiah nggak lah kita, kecil pengaruhnya. Kita terpukul listrik naik. Listrik kira-kira pengaruhnya 1-2% untuk operasional," jelasnya

Sekarang, industri sangat berharap permintaan semen meningkat. Saat ini sudah ada lonjakan konsumsi pada Agustus 2015 sebesar 17,4%. Artinya ada titik cerah ekonomi Indonesia akan kembali bergairah dan mendorong permintaan semen, untuk pembangunan perumahan dan proyek infrastruktur.

"Sekarang pabrik nggak boleh mati, kalau mati ketinggalan penjualannya, Karena pas permintaan, banyak pabrik nggak siap, kan repot," tegas Widodo.

(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads