"Tolong sebutkan di mana, nama pabriknya, di mana ada PHK? Jangan kita bermain di dunia maya," kata Saleh usai rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/10/2015).
Menurut Saleh, justru lapangan kerja terus bertambah. Buktinya, Saleh baru saja meresmikan perluasan pabrik garmen di Boyolali, Jawa Tengah yang menyerap sampai 12.000 pekerja baru. Dalam waktu dekat ini juga akan ada pabrik garmen baru di Wonogiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, pertumbuhan industri tahun ini juga masih positif. Tercatat ada tambahan investasi sampai US$ 5,07 miliar atau Rp 70 triliun (dengan kurs dolar Rp 14.000) di sektor industri selama Januari-Juni 2015.
"Investasi sampai dengan Semester I-2015 kira-kira US$ 5,07 miliar, itu lebih besar dari tahun lalu, cukup besar untuk 6 bulan pertama," katanya.
Sebelumnya, banyaknya PHK akhir-akhir ini diakui oleh pengusaha. Pengusaha mengaku terpaksa melakukan PHK karena buruknya kondisi perekonomian nasional. Pendapatan para pengusaha terus merosot karena pasar yang lesu, sementara biaya produksi terus meningkat akibat terus melemahnya kurs rupiah.
"PHK sulit dibendung selama perekonomian masih turun. Biaya produksi kita melonjak sementara buyer terus turun," kata Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita.
Bahkan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat ada 36.000 orang kena PHK sepanjang 2015.
(hen/hen)











































