Hal ini disampaikan oleh Franky saat melakukan kunjungan ke pabrik alas kaki yang baru dibangun oleh PT Pou Yuen Indonesia di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2015).
"Ini (pabrik PT Pou Yuen Indonesia) salah satu dari 16 pabrik baru yang akan merekrut 200.000 tenaga kerja di Desember 2015-Desember 2016," ujar Franky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Pou masuk daftar 1 dari 16 investor yang membangun pabrik baru di industri padat karya. BKPM, kata Franky, akan mengumumkan secara resmi investasi 16 pabrik baru tersebut pada Senin, 5 Oktober 2015.
Pabrik yang akan dibangun hampir seluruhnya bergerak di bidang tektil dan alas kaki, ditambah 1 pabrik makanan dan minuman. Sampai akhir tahun ini, 60.000 tenaga kerja sudah bisa mulai terserap.
"Nanti senin akan kita launching bersama dalam program penciptaan tenaga kerja. Pada periode sisa 3 bulan ke depan, yang direkrut itu 60.000 tenaga kerja," paparnya.
Franky menyebut 11 dari 16 pabrik ini dibangun oleh investor asing, di antaranya dari Korea Selatan dan Jepang sedangkan 5 sisanya datang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Total nilai investasinya mencapai Rp 19,4 triliun. Semua pabrik baru tersebut berlokasi di 2 provinsi, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Hanya di Jabar dan Jateng. Ini tahap awal," ucapnya.
Selain menyerap 200.000 tenaga kerja, 16 pabrik ini juga bisa meningkatkan ekspor Indonesia sampai US$ 1,15 miliar.
"Total nilai investasinya Rp 19,4 triliun. Yang sudah realisasi Rp 13 triliun. Ada potensi ekspor sampai US$ 1,15 miliar," tuturnya.
Menurut Franky, adanya investasi baru di industri padat karya ini, khususnya tekstil dan sepatu, menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia masih sangat bagus meski banyak juga pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya akhir-akhir ini.
"Iklim investasi di Indonesia masih sangat baik bahkan di tengah perlambatan ekonomi," pungkasnya.
(feb/feb)











































