16 Pabrik Buka 121.000 Lowongan, BKPM: Ini Baru Sebagian

16 Pabrik Buka 121.000 Lowongan, BKPM: Ini Baru Sebagian

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 05 Okt 2015 17:26 WIB
16 Pabrik Buka 121.000 Lowongan, BKPM: Ini Baru Sebagian
Jakarta - Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis 'program investasi padat karya menciptakan lapangan kerja' dalam kunjungan ke pabrik alas kaki PT Adis Dimension Footwear di Balaraja, Tangerang, Banten.

Dalam acara ini, Jokowi mengumumkan adanya pembangunan 16 pabrik baru yang akan menyerap sampai 121.000 tenaga kerja hingga setahun ke depan.

‎Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, mengungkapkan bahwa 16 pabrik yang diumumkan Jokowi sebenarnya hanya 'perwakilan saja' dari pembangunan ribuan pabrik di industri padat karya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama semester I-2015 saja ada investasi baru 970 pabrik makanan dan minuman (mamin) yang dibangun, 378 pabrik tekstil,100 pabrik sepatu, dan 156 pabrik furniture. 16 pabrik itu hanya mewakili dari sekian banyak proyek padat karya," kata Franky usai kunjungan Jokowi ke PT Adis Dimension Footwear, Tangerang, Senin (5/10/2015).

Dia beralasan hanya mengumumkan 16 dari ribuan pabrik baru karena BKPM perlu melakukan pengecekan realisasi pembangunan, ‎rencana investasi, melakukan konfirmasi pada investor, dan sebagainya.

"Untuk merilis itu kan nggak bisa sembarangan, perlu pengecekan pabriknya bagaimana, rencana investasinya, konfirmasi," dia menjelaskan.

Franky menambahkan, pemerintah akan kembali mengumumkan ‎investasi-investasi baru di industri padat karya pada awal November mendatang. Pabrik-pabrik baru yang akan diumumkan masih dari industri tektil, alas kaki, dan mamin.

Bedanya, investasi yang diumumkan nanti tak hanya di Jawa Barat dan Jawa Tengah saja seperti yang diumumkan hari ini, tapi juga dari daerah-daerah lain.

Tujuan peluncuran pembangunan pabrik-pabrik baru ini adalah untuk menciptakan optimisme di tengah banyaknya isu pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu juga untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa ada banyak kesempatan kerja yang terbuka.

"Kita sama-sama ingin merilis investasi padat karya menciptakan lapangan kerja. Masih sama sektornya. Kita verifikasi dulu, awal November bisa di-launching lagi. Kita ingin masuk ke daerah lain," tutupnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads