Dalam acara ini, Jokowi mengumumkan adanya pembangunan 16 pabrik baru yang akan menyerap sampai 121.000 tenaga kerja hingga setahun ke depan.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, mengungkapkan bahwa 16 pabrik yang diumumkan Jokowi sebenarnya hanya 'perwakilan saja' dari pembangunan ribuan pabrik di industri padat karya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia beralasan hanya mengumumkan 16 dari ribuan pabrik baru karena BKPM perlu melakukan pengecekan realisasi pembangunan, rencana investasi, melakukan konfirmasi pada investor, dan sebagainya.
"Untuk merilis itu kan nggak bisa sembarangan, perlu pengecekan pabriknya bagaimana, rencana investasinya, konfirmasi," dia menjelaskan.
Franky menambahkan, pemerintah akan kembali mengumumkan investasi-investasi baru di industri padat karya pada awal November mendatang. Pabrik-pabrik baru yang akan diumumkan masih dari industri tektil, alas kaki, dan mamin.
Bedanya, investasi yang diumumkan nanti tak hanya di Jawa Barat dan Jawa Tengah saja seperti yang diumumkan hari ini, tapi juga dari daerah-daerah lain.
Tujuan peluncuran pembangunan pabrik-pabrik baru ini adalah untuk menciptakan optimisme di tengah banyaknya isu pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu juga untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa ada banyak kesempatan kerja yang terbuka.
"Kita sama-sama ingin merilis investasi padat karya menciptakan lapangan kerja. Masih sama sektornya. Kita verifikasi dulu, awal November bisa di-launching lagi. Kita ingin masuk ke daerah lain," tutupnya.
(ang/ang)











































