"Penyaluran KUR supaya tersalur semua, Kemenperin akan mencoba dua strategi. Pertama strategi linkage antara menengah dan kecil. Banyak industri menengah yang punya subβsub industri kecil. Industri kecil ini untuk memproduksi sesuatu, mereka butuh modal KUR dan nanti digaransi oleh industri menengahnya. Pasti produknya dibeli sebagai subnya," ungkap Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) ditemui di kantornya, Selasa (6/10/2015).
Kemenperin juga telah memperiapkan strategi ekstra mengerahkan ribuan tenaga penyuluh lapang untuk menjadi pendamping para IKM agar bisa mengakses KUR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi menyatakan akan memperlonggar syarat KUR. Euis mengatakan hal tersebut masih terus dibahas. "Syarat yang akan diperlonggar, kemarin ada beberapa usulan. Saya tidak berani menyampaikan karena ini belum diedit betul dari kemenko ekonomi," tambahnya.
Kemenperin tidak menampik masih adanya persyaratan administratif yang mempersulit IKM mengakses KUR. Salahsatu usulan yang diungkapkan yaitu akan meringkas prosedur.
"Prosedurnya akan diringkaskan. Tidak perlu daftar isiannya terlalu banyak, itu akan disederhanakan. Cara ngisinya kalau terlalu sulit, akan didampingi oleh konsultan pendamping. Para TPL bisa jadi konsultan pendamping," tambah Euis.
Menurutnya, bukan tugas mudah menyalurkan KUR Rp 30 triliun. Selain pemerintah, kata Euis, perbankan juga harus aktif menjadi pendamping para UKM.
"Ini (menyalurkan KUR Rp 19,3 triliun) tidak mudah ya. Karena terus terang IKM belum terbiasa beradministrasi dengan baik. Bank harus bisa melayani lebih baik. L mengajak mereka untuk mendengar kesulitan mereka apa, butuh apa, kenapa masalahnya. Bank ikut masuk mendampingi.Tidak cuma pelaku IKM perlu uang Rp 15 juta dan dikasih. Bank harus menyediakan konsultan untuk membedah kesulitan IKM sampai ketahuan betul bahwa sebenarnya kesulitannya ada di apa," terangnya.
Menurutnya, ada lima sektor yang potensial menyalurkan dana KUR besar. "Pertama makanan, kedua fashion, ketiga kerajinan, teknologi informasi dan komponen. Lima besar sektor itu," imbuhnya.
KUR, kata Euis, selain bisa mendorong IKM lebih produktif juga menjadi solusi pekerja yang terkena PHK. "PHK yang terjadi dari industri besar padat karya seperti tekstil banyak tenaga kerja perlu dibantu. Bagian saya mengurus IKM adalah pekerja terkena PHK adalah mereka bisa menjadi wirausaha pelaku IKM," pungkasnya.
(ang/ang)











































