Jokowi mengatakan beberapa bulan lalu telah ada pertemuan antara delegasi Indonesia dan Malaysia membahas soal kerjasama industri kelapa sawit. Sore ini, di Istana Bogor telah diputuskan beberapa kesepakatan-kesepakatan kedua negara soal sawit.
Kesepakatan itu antara lain berkaitan dengan pembentukan Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit (council of palm production countries). Hal ini untuk memperkuat posisi kedua negara di dunia sebagai produsen minyak sawit terbesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jokowi telah ada harmonisasi antara standar sawit Indonesia dan Malaysia. Kesepakatan standar minyak sawit ini bisa menjadi standar baru di dunia.
Harapannya, adanya harmonisasi ini menegaskan bahwa produk sawit ramah lingkungan dan berkelanjutan, juga bermanfaat bagi 4 juta petani sawit di Indonesia dan 300.000 petani sawit di Malaysia.
"Kita juga setuju membentuk zona ekonomi hijau. Kita akan membangun sebuah kawasan industri yang berkaitan dengan sawit yang meningkatkan nilai tambah dan promosi produk bahan bakar ramah lingkungan atau biofuel," kata Jokowi.
Kedua kepala negara tersebut juga sepakat untuk membentuk satuan tugas gabungan task force sektor sawit agar bisa dilaksanakan. "Ini inisiatif sangat bersejarah untuk industri minyak sawit. Dan kita harapkan nantinya ini bermanfaat bagi petani kecil baik di Indonesia maupun di Malaysia," kata Jokowi.
Sementara itu, PM Najib menanggapi kesepakatan soal industri sawit kedua negara sangat penting dan jadi peristiwa bersejarah. "Apa yang diputuskan hari ini sebagai sangat bersejarah dan siginifikan," kata Najib di samping Jokowi, yang didampingi Menlu Retno Marsudi dan Menko Maritim Rizal Ramli.
Ia mengatakan penjajakan kerjasama ini telah lama dibicarakan sejak 2006, bahwa sudah ada kesepahaman kedua negara tapi tidak dapat diterjemahkan dalam tindakan formal.
"Apa yang diumumkan bapak presiden tadi kewujudan dewan negara penghasil minyak sawit yang diajui Indonesia-Malaysia secara bersama, karena kami merupakan terbesar di dunia, bahwa kita akan dapat mencapai hasrat untuk memberi kesejahteraan kepada pekebon-pekebon kecil yang ingin mendapat pendapatan yang adil dan seksama," kata Najib.
(mpr/hen)











































