Jokowi Beri Insentif, 8 Pabrik Tekstil Tak Jadi Rumahkan Karyawan

Jokowi Beri Insentif, 8 Pabrik Tekstil Tak Jadi Rumahkan Karyawan

Michael Agustinus - detikFinance
Minggu, 11 Okt 2015 18:10 WIB
Jokowi Beri Insentif, 8 Pabrik Tekstil Tak Jadi Rumahkan Karyawan
Jakarta - Desk khusus alias 'posko' industri tekstil dan sepatu yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama lintas kementerian/lembaga baru-baru ini menerima laporan dari 13 pabrik tekstil yang mengaku kesulitan keuangan.

Sebanyak 8 dari 13 pabrik telah mengurangi produksi sehingga merumahkan sebagian karyawannya.

Namun adanya insentif untuk industri dalam paket ekonomi jilid III yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebanyak 8 pabrik kembali menarik para karyawannya yang sudah dirumahkan alias berproduksi kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“8 pabrik itu sekarang punya optimisme baru karena ternyata pemerintah ada perhatian serius terhadap industri. Karyawan-karyawan mereka yang tadinya dirumahkan sudah ditarik lagi, sudah kembali bekerja,” kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (11/10/2015).

Ade menuturkan, industri tekstil sangat gembira menyambut paket ekonomi jilid III yang diumumkan Jokowi pekan lalu. Dalam paket tersebut, terdapat berbagai insentif yang meringankan beban industri tekstil, terutama penurunan tarif listrik industri, diskon tarif listrik pada malam hari hingga 30%, dan keringanan pembayaran tagihan listrik.

“Sekarang karyawan yang dirumahkan kembali bekerja karena pabrik-pabrik produksi pada malam hari, ada diskon tarif listrik 30%,” ujarnya.

Agar daya saing industri tekstil di dalam negeri bisa semakin ditingkatkan, pihaknya berharap Presiden Jokowi melanjutkan kebijakan-kebijakan positif dalam paket ekonomi jilid IV. Dengan adanya dukungan kebijakan dari pemerintah, PHK dapat dicegah.

“Kita masih menunggu paket ekonomi jilid IV,” katanya.

Sebelumnya sudah ada 13 perusahaan/pabrik sepatu yang melaporkan ke BKPM soal kondisi mereka yang sedang sulit.

Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan desk sudah menetapkan langkah jangka pendek dan jangka menengah dalam membantu investor tekstil dan sepatu.

Franky merinci langkah jangka pendek yang dilakukan oleh Desk Khusus Investasi adalah memanggil satu per satu 13 perusahaan yang sudah mengadukan masalahnya kepada asosiasi.

Desk Khusus Investasi sektor tekstil dan sepatu dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan one on one 13 investor tekstil existing yang sudah memasukkan pengaduan melalui asosiasi.

Franky menambahkan, dari jumlah 13 perusahaan tersebut, 8 perusahaan diantaranya disebut akan mengurangi volume produksinya, dan 5 perusahaan berencana untuk tutup pabrik.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads