First Asia Capital: IHSG Bergerak Konsolidasi Setelah 5 Hari Menguat

First Asia Capital: IHSG Bergerak Konsolidasi Setelah 5 Hari Menguat

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 12 Okt 2015 08:40 WIB
First Asia Capital: IHSG Bergerak Konsolidasi Setelah 5 Hari Menguat
Jakarta - Aksi beli berlanjut pada perdagangan akhir pekan lalu seiring penguatan nilai tukar rupiah atas dolar AS hingga 3,4% di Rp3411 (kurs spot), terkuat di pasar Asia. Selama sepekan rupiah atas dolar AS berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) menguat 8,1% di Rp 13.521 dibandingkan akhir pekan sebelumnya di Rp 14.709.

IHSG akhir pekan lalu tutup di 4589,344 menguat 97,911 poin (2,2%), posisi penutupan tertinggi sejak perdagangan 14 Agustus lalu. Selama sepekan IHSG menguat tajam hingga 9,1% terutama ditopang masuknya kembali dana asing ke pasar saham. Selama sepekan terakhir pembelian bersih asing mencapai Rp 2,26 triliun. Nilai transaksi di Pasar Reguler akhir pekan lalu melonjak mencapai Rp 6,44 triliun dibandingkan rata-rata harian tahun ini hanya Rp 4,43 triliun.

Sentimen pasar yang mendorong penguatan rupiah dan IHSG terutama dipicu sentimen eksternal terkait redahnya kekhawatiran pasar atas kenaikan tingkat bunga The Fed akhir tahun ini yang berdampak pada pelemahan dolar AS atas sejumlah mata uang kawasan emerging market dan kenaikan kembali harga komoditas seperti tercermin dari kenaikan harga minyak mentah di AS sepekan kemarin hingga 8,7% hampir berada di US$ 50/barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Wall Street akhir pekan lalu masih melanjutkan penguatannya untuk enam hari perdagangan berturut-turut, namun mulai terbatas. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,20% dan 0,07% tutup di 17084,49 dan 2014,89. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 3,72% dan 3,26%. Sentimen spekulasi ditundanya kenaikan bunga The Fed tahun ini tampaknya mulai sirna setelah beberapa komentar pejabat The Fed memberikan sinyal sebaliknya, yakni meyakini kenaikan tingkat bunga akan terjadi tahun ini. Pasar juga mulai mengantisipasi rilis laba 3Q15 emiten yang sudah dimulai akhir pekan kemarin.

Memasuki perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi setelah lima hari perdagangan menguat. Pergerakan nilai tukar rupiah dan antisipasi pasar atas rilis kinerja 3Q15 akan menjadi katalis pergerakan IHSG. Pekan ini pasar juga menenanti rilis kinerja neraca perdagangan September. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4550 dan resisten di 4620 masih berpeluang menguat namun terbatas karena rawan aksi ambil untung.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads