IHSG akhir pekan lalu tutup di 4589,344 menguat 97,911 poin (2,2%), posisi penutupan tertinggi sejak perdagangan 14 Agustus lalu. Selama sepekan IHSG menguat tajam hingga 9,1% terutama ditopang masuknya kembali dana asing ke pasar saham. Selama sepekan terakhir pembelian bersih asing mencapai Rp 2,26 triliun. Nilai transaksi di Pasar Reguler akhir pekan lalu melonjak mencapai Rp 6,44 triliun dibandingkan rata-rata harian tahun ini hanya Rp 4,43 triliun.
Sentimen pasar yang mendorong penguatan rupiah dan IHSG terutama dipicu sentimen eksternal terkait redahnya kekhawatiran pasar atas kenaikan tingkat bunga The Fed akhir tahun ini yang berdampak pada pelemahan dolar AS atas sejumlah mata uang kawasan emerging market dan kenaikan kembali harga komoditas seperti tercermin dari kenaikan harga minyak mentah di AS sepekan kemarin hingga 8,7% hampir berada di US$ 50/barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi setelah lima hari perdagangan menguat. Pergerakan nilai tukar rupiah dan antisipasi pasar atas rilis kinerja 3Q15 akan menjadi katalis pergerakan IHSG. Pekan ini pasar juga menenanti rilis kinerja neraca perdagangan September. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4550 dan resisten di 4620 masih berpeluang menguat namun terbatas karena rawan aksi ambil untung.
(ang/ang)











































