Salah satunya adalah Merdi Sihombing, perancang busana khusus serat dan pewarna alam dan praktisi ethical fashion. Ia berambisi bisa membuat motif-motif tenun asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa mendunia.
"Motif bunga NTT ini mau ditawarkan ke Louis Vuitton, akan diperkenalkan sebagai ethical fashion atau fesyen yang punya etik dan membantu masyarakat banyak khususnya perajin. Profilnya yang akan kami angkat ke LV yaitu kain ini dibuat oleh komunitas penenun Pulau Rote, Indonesia," kata Merdi ditemui dalam Media Gathering Swarna Fest 2015 di Kementerian Perindustrian, Selasa (13/10/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hermes sudah pernah tahu-tahu pakai motif Kalimantan tanpa dikenalkan itu dari Indonesia. Makanya harus beretika. Ethical itu membawa budaya dan profil soal lingkungan, kesejahteraan perajin dari tempat asal kain dibuat," katanya.
Merdi mengatakan, LV punya program bekerjasama dengan negara berkembang untuk mengembangkan kekayaan budaya. Rencananya akan ada produk contoh kain tenun Rote dengan motif tradisional yang akan tawarkan ke LV dan akan ditampilkan di Jakarta Fashion Week.
"Kita akan apply ke Louis Vuitton," kata penemu pewarna alami dari rumput laut ini.
Menurutnya motif tradisional Rote makin menarik dengan penggunaan pewarna alami. Saat ini, sektor tenun di Rote menghadapi kendala regenerasi penerus kerajinan ini.
"Saya penemunya (pewarna rumput laut). Harus dipatenkan dan digaungkan karena indigo asal Indonesia pun belum tercatat di buku indigo koleksi dunia," katanya.
(hen/rrd)











































