Follow detikFinance
Selasa, 13 Okt 2015 14:55 WIB

Ekonomi Lesu, Penjualan Motor dan Mobil Anjlok Hingga 21%

Maikel Jefriando - detikFinance
Jakarta - Penjualan kendaraan mobil dan motor diperkirakan mengalami penurunan hingga 19%-21% di saat ekonomi lesu. Pada kuartal I-2015 ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 4,7%, sedangkan kuartal II hanya 4,67%.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengungkapkan penjualan mobil tahun ini diperkirakan hanya sebesar 950.000-1.000.000 unit atau turun 19% dari tahun lalu sempat capai 1,2 juta unit.

"Penjualan dalam negeri tahun lalu 1,2 juta unit, 950.000-1.000.000 unit diperkirakan tahun ini. Jadi Turun 19%," ungkap Jongkie usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Porsi ekpor diperkirkan tidak berbeda dari tahun lalu, sebanyak 200.000 unit mobil dikirim ke berbagai negara. Sedangkan untuk kapasitas produksi masih mencapai 1,9 juta unit dengan realisasi per Agustus sebanyak 740.000 unit. Ditargetkan bisa mencapai 1 juta unit pada akhir tahun.

"Ekspor kami sampaikan bahwa tahun lalu 200.000 unit, tahun ini juga diperkirakan sama angkanya," imbuhnya.

Untuk penyerapan tenaga kerja, kata Jongkie sudah mencapai 1,3 juta orang. Kemudian kontribusi terhadap penerimaan negara dalam setahun mencapai Rp 70 triliun meliputi PPN dan PPnBM dan sebanyak Rp 31 triliun untuk pemerintah daerah melalui Bea Balik Nama (BBM) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

"Kepada pemerintah pusat kita berikan Rp 70 triliun dan Pemda secara total Rp 31 triliun," imbuhnya.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menambahkan untuk penjualan sepeda motor tahun ini diperkirakan turun 21%. Kapasitas terpasang ada 9,6 juta unit dan baru terealisasi 65%. Meskipun demikian Indonesia masih tetap menjadi pemain nomor tiga di dunia, setelah China dan India dari sisi produksi.

"Pemakaian kapasitas terpasang yang ada sebesar 9,6 juta unit saat ini hanya tercapai 65%, meskipun demikian perlu digarisbawahi bahwa kita tetap jadi pemain nomor 3 di dunia setelah RRT dan India," kata Gunadi pada kesempatan yang sama.

Gunadi menuturkan industri ini sudah mampu menyerap tenaga kerja sampai dengan 2 juta orang dari hulu sampai dengan hilir. Hulu seperti yang berada di area produksi dan hilir meliputi bengkel hingga lembaga pendanaan.

"Yang paling penting di sini adalah bahwa dengan 9,6 juta unit kita menyerap tenaga kerja hulu sampai hilir sebanyak 2 juta orang, termasuk bengkel industri pendanaan, dan terlibat juga langsung dengan produksi," katanya.

(mkl/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed