Follow detikFinance
Rabu 21 Oct 2015, 21:58 WIB

Menperin Undang Investor Jepang ke 14 Kawasan Industri

Lani Pujiastuti - detikFinance
Menperin Undang Investor Jepang ke 14 Kawasan Industri
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengundang pengusaha Jepang untuk memanfaatkan kemudahan investasi yang tengah dibuka lebar-lebar oleh Pemerintah Indonesia. Para investor Negeri Sakura diharapkan masuk ke beberapa sektor industri unggulan.

Menperin mengatakan hal itu saat menerima kunjungan Gubernur Aichi Jepang, Hideaki Ohmura di Kementerian Perindustrian Jakarta, Rabu (21/10/2015).

“Pertama, rekan-rekan pengusaha Jepang silakan membangun fasilitas produksi di dalam kawasan industri yang sedang kita kembangkan di 14 lokasi agar fasilitas fiskal seperti tax holiday dapat dimanfaatkan dengan optimal,” ujarnya.

Belasan kawasan industri itu telah memiliki konsentrasi industri masing-masing. Antara lain Bintuni di Papua Barat untuk industri migas dan pupuk, Morowali Sulawesi Tengah untuk industri smelter ferronikel, dan baja hilir, Batulicin Kalimantan Selatan untuk besi baja dan Tanggamus di Lampung untuk industri maritim dan logistik.

Selain itu, imbuh Menteri, mereka dapat membangun pabrik di Gresik, Jawa Timur yang total lahannya mencapai 1500 hektar dan telah terintegrasi dengan fasilitas pelabuhan.

Kedua, Jepang berpartisipasi dalam proyek pembangkit listrik 35.000 mega watt dan dapat berperan sebagai Independent Power Producer (IPP) maupun mengembangkan industri komponen untuk memasok proyek raksasa itu.

Ketiga, Menperin juga meminta Jepang meningkatkan investasi industri otomotif dan khususnya industri komponen. Ekspansi bisnis ini diharapkan dengan menggandeng perusahaan lokal Indonesia.

Keempat, industri baja hilir nasional juga ditawarkan karena Indonesia memiliki keunggulan bahan baku dan tengah memacu penghiliran industri.

Kawasan Aichi dikenal sebagai pusat industri manufaktur di Jepang. Terdapat ratusan perusahaan membangun pabrik di daerah ini antara lain Toyota dan Denso.

“Kami memandang Indonesia sebagai negara yang sangat penting. Untuk otomotif saja, penjualan mobil mencapai 1,2 juta unit di tahun lalu,” ujar Gubernur Aichi, Hideaki Ohmura.

Di tahun 2014, imbuhnya, terdapat 164 perusahaan dari Aichi yang menanam modal di Indonesia. Dia mengakui, jumlah itu membengkak dua kali lipat dibanding beberapa periode sebelumnya.

Menurut data BKPM, investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2014 menduduki peringkat kedua setelah Singapura dengan nilai sebesar USD 2,7 miliar dan 1.010 proyek. Investasi Jepang di Indonesia masih didominasi oleh industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan juga meminta agar investasi yang masuk menciptakan nilai tambah.

“Industri komponen memberi keuntungan bagi kedua belah pihak. Jepang dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar global sekaligus memanfaatkan pasar domestik yang terus tumbuh,” ulasnya.

Sebaliknya, struktur industri Indonesia akan semakin kuat, menciptakan lapangan kerja dan terjadi transfer teknologi. Putu juga menyebutkan beberapa pabrikan otomotif Jepang siap mendongkrak investasi di Indonesia seperti Mitsubishi Fuso yang bakal memperluas produksi, sedangkan Toyota berencana mengalirkan investasi sebesar Rp 20 triliun dalam lima tahun ke depan.

(hen/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed