Industri padat karya dalam hal ini produsen alas kaki merespons kebijakan ini, namun tetap akan memberikan kenaikan upah sesuai formula baru. Salah satunya investor dari Taiwan, PT Pou Yuen Indonesia (PYI) di Cianjur, Jawa Barat.
"Kami sering sharing dengan Apindo dan Dewan Pengupahan di daerah. Ada tiga pihak yaitu dewan pengupahan, pemerintah dan perusahaan. Sebenarnya itu secara prinsip kita masih mau terus jalankan usaha di Indonesia. Tapi kita dilema. Kenaikan gaji terlalu tinggi kita nggak mampu. Tapi di sisi lain, pemerintah perlu mengurangi pengangguran dan menjamin hak buruh," ungkap Prince Tee, General Manajer PT Pou Yuen Indonesia (PYI), ditemui usai peresmian pabrik baru PT PYI di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (27/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi saat ini, pengusaha harus mengambil ancang-ancang menyiapkan kenaikan upah buruh 9,5-10% dari upah minimum provinsi (UMP) berjalan.
"Ya sebetulnya cukup berat. Tapi kami berusaha naikkan 9-10% itu. Sekarang sudah sesuai UMK Cianjur yaitu Rp 1,6 juta. Ya kalau tambah Rp 200 ribu masih sanggup lah kita. Dengan melihat situasi perusahaan yang investasi banyak sekali. Walaupun sebetulnya baru 5-10 tahun mendatang investasi baru kembali," jelasnya.
(hen/hen)











































