Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, pernah bertutur kepada detikFinance bila pesawat yang digagas oleh BJ Habibie kala itu, siap dikembangkan dengan dana US$ 2 miliar. Bahkan spesifikasi rancangan mesin dan desain pesawat kala itu telah mengungguli atau lebih modern serta efisien dibandingkan pesawat penumpang sejenis asal pabrikan Amerika Serikat yakni Boeing 737-500 seri klasik.
"Itu (N-2130) di atas kertas lebih baik dari Boeing 737-500," tutur Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum 2005-2006 sudah terbang (di rencana). Ini (N-2130) bisa menguasai pasar Indonesia. Jadi ini (Boeing seri 737) tidak akan merajalela di sini (Indonesia),β tambah Budi.
Budi bercerita, rencana BJ Habibie kala itu memang membuat raksasa produsen pesawat dunia yaitu Boeing dan Airbus ketar-ketir.
Namun rencana itu harus pupus, karena Presiden Soeharto menghentikan kucuran dana PTDI saat krisis ekonomi 1998. Hal itu dilakukan berdasarkan desakan International Monetary Fund (IMF) yang bertindak sebagai kreditor ke Indonesia.
(feb/dnl)











































