Selain China, RI Pernah Rancang N2130 Pesaing Boeing

Selain China, RI Pernah Rancang N2130 Pesaing Boeing

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2015 10:31 WIB
Selain China, RI Pernah Rancang N2130 Pesaing Boeing
Pabrik Pesawat PTDI
Jakarta - Sebelum China meluncurkan pesawat jet komersial C919 berkapasitas 170 orang pada 2 November 2015 kemarin, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ternyata telah lebih dahulu berencana mengembangkan pesawat penumpang bermesin jet, N-2130. Pesawat komersial berkapasitas 130 penumpang itu, awalnya akan dikembangkan setelah N-250, berhasil diuji coba sekitar 1996.

Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, pernah bertutur kepada detikFinance bila pesawat yang digagas oleh BJ Habibie kala itu, siap dikembangkan dengan dana US$ 2 miliar. Bahkan spesifikasi rancangan mesin dan desain pesawat kala itu telah mengungguli atau lebih modern serta efisien dibandingkan pesawat penumpang sejenis asal pabrikan Amerika Serikat yakni Boeing 737-500 seri klasik.

"Itu (N-2130) di atas kertas lebih baik dari Boeing 737-500," tutur Budi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala itu, N-2130 diproyeksikan siap beroperasi dan terbang melayani masyarakat Indonesia mulai 2005. Budi menuturkan, seandainya proyek N-2130 berjalan, maka maskapai penerbangan komersial di tanah air seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Sriwijaya, AirAsia, dan maskapai lainnya akan menggunakan pesawat N-2130 tersebut.

"Sebelum 2005-2006 sudah terbang (di rencana). Ini (N-2130) bisa menguasai pasar Indonesia. Jadi ini (Boeing seri 737) tidak akan merajalela di sini (Indonesia),” tambah Budi.

Budi bercerita, rencana BJ Habibie kala itu memang membuat raksasa produsen pesawat dunia yaitu Boeing dan Airbus ketar-ketir.

Namun rencana itu harus pupus, karena Presiden Soeharto menghentikan kucuran dana PTDI saat krisis ekonomi 1998. Hal itu dilakukan berdasarkan desakan International Monetary Fund (IMF) yang bertindak sebagai kreditor ke Indonesia.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads