Meski pesawat penumpang komersial berkapasitas 19 orang ini belum ditampilkan ke publik dan belum menjalani test flight, N219 sudah dilirik oleh pembeli dari dalam dan luar negeri.
Kepala Program Pesawat Terbang LAPAN, Agus Aribowo menyebut, setidaknya ada 200-an unit N219 yang berpotensi terjual pasca pesawat berhasil memperoleh sertifikasi di awal 2017. Proses pembelian, kata Agus, bakal terjadi bila pesawat telah terbukti lolos sertifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain 2 negara itu, maskapai lokal, militer hingga pemerintah daerah di Indonesia juga menyatakan minat memiliki N219. Para pembeli masih menunggu hasil uji terbang hingga sertifikasi pesawat yang rencananya dibanderol sekitar US$ 5 juta per unit.
"Kalau 200 unit terjual, itu potensi di depan mata karena tinggal lihat pesawat dan tunggu sertifikasi baru MoU," tambahnya.
(feb/dnl)











































