Penyebab utamanya adalah, penurunan pendapatan di segmen bisnis otomotif, yang selama ini menjadi andalan grup tersebut. Laba bersih dari sektor otomotif turun 10%, menjadi Rp 5,3 triliun. Penjualan mobil maupun motor anjlok akibat menurunnya daya beli masyarakat Indonesia.
"Terjadi penurunan daya beli masyarakat. Penjualan mobil motor turun," kata Presiden Direktur Astra Internasional, Prijono Sugiarto, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (16/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, pangsa pasar sepeda motor Honda naik dari 63% menjadi 68% sampai kuartal III-2015, karena penurunan penjualan sepeda motor secara nasional anjlok lebih tinggi lagi, yaitu sampai 20%.
Sementara penjualan mobil Astra menurun 20% menjadi 382.000 unit per 30 September 2015, pangsa pasarnya turun dari 51% menjadi 50%.
Astra Otoparts, bisnis komponen otomotif Grup Astra, juga mengalami penurunan volume penjualan, sehingga laba bersihnya merosot 72% menjadi Rp 179 miliar dibanding kuartal III tahun lalu.
(dnl/dnl)











































