Presiden Direktur Astra Internasional, Prijono Sugiarto menjelaskan, penurunan ini terutama โdidorong oleh penurunan konsumsi domestik, persaingan di pasar mobil, pelemahan harga komoditas, dan penurunan kualitas kredit korporasi dalam 9 bulan pertama 2015. Kontribusi dari hampir seluruh segmen bisnis menurun.
"Kinerja Astra dalam 5 tahun terakhir flat, 2015 ini mengalami penurunan. Pendapatan bersih turun 8%, laba bersih turun 17%," kata Prijono, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (16/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prijono menambahkan, jatuhnya harga minyak sawit atau CPO dan batu bara, membuat kinerja dua anak usaha Astra, yakni Astra Agro Lestari dan United Tractors amat terpukul.โ "Ada divisi Astra yang bergantung pada komoditas, misalnya United Tractors dan Astra Agro Lestari. Penjualan CPO tadinya sekitar US$ 1.000/ton, sekarang US$ 600 dolar/ton. Batu bara juga jatuh," dia mengungkapkan.
Soal prediksi kinerja Astra tahun depan, Prijono memprediksi belum ada perkembangan signifikan. โ"Kuartal III serupa dengan kuartal II, kuartal IV akan mirip kuartal I-III. Di 2016 prediksi dari teman-teman kami di Gaikindo, penjualan tahun depan 1 juta unit mobil, jadi serupa dengan 2015. Motor tidak jauh beda, sekitar 7 juta unit," ujar Prijono.
Dirinya berharap kondisi makro ekonomi Indonesia tidak berkembang lebih buruk lagi tahun depan, sehingga kinerja Astra bisa terdongkrak.
"Mudah-mudahan tidak akan lebih buruk lagi kondisi makro kita. Inflasi sudah lebih terkendali, CAD (current account deficit/defisit transaksi berjalan) terkendali, rupiah sudah menguat ke Rp 13.500 per dolar, mudah-mudahan bisa lebih baik," tutupnya.
(dnl/dnl)











































