Produsen Terbesar ke-3, Konsumsi Cokelat RI Kalah dari Eropa

Produsen Terbesar ke-3, Konsumsi Cokelat RI Kalah dari Eropa

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2015 13:49 WIB
Produsen Terbesar ke-3, Konsumsi Cokelat RI Kalah dari Eropa
Palu - Indonesia merupakan produsen kakao atau bahan baku cokelat terbesar ke-3 di dunia di bawah Ghana dan Pantai Gading. Namun rata-rata konsumsi cokelat per kapita orang Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara yang tak menghasilkan kakao seperti Eropa.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, industri pengolahan kakao mempunyai peranan penting dalam peningkatan devisa dan peningkatan ekonomi.

Produk olahan kakao tak hanya untuk diekspor namun juga bisa dimaksimalkan di pasar dalam negeri sehingga perputaran ekonomi lebih besar lagi. Dengan konsumsi kakao yang masih rendah saat ini justru menjadi peluang besar bagi investasi industri olahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsumsi kakao masyarakat Indonesia saat ini masih relatif rendah dengan rata-rata 0,5 kg/kapita/tahun, jauh lebih rendah dibanding dengan konsumsi negara-negara Eropa yang lebih dari 8 kg /kapita/tahun," kata Saleh Husin berbatik coklat saat Peresmian Rumah Cokelat dan Rumah Kemasan di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2015).

Hadir dalam acara Gubernur Sulawesi Tengah, beserta jajaran SKPD, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah.

"Kita ketahui bahwa sektor industri merupakan penggerak utama perekonomian nasional yang perlu terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan nilai tambah, pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri, meningkatkan ekspor dan penyerapan tenaga kerja," tegas Saleh.

Saleh mengatakan, Kementerian Perindustrian telah menetapkan industri pengolahan kakao sebagai salah satu industri prioritas untuk dikembangkan melalui program hilirisasi.

"Rumah Cokelat dan Rumah Kemasan ini mempunyai makna yang penting bagi Indonesia dalam mengembangkan produk hilir kakao sebagai upaya mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di Palu atau Sulawesi Tengah secara umum," katanya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads