Para 'Raksasa' Industri Cokelat Dunia Investasi di RI

Para 'Raksasa' Industri Cokelat Dunia Investasi di RI

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2015 14:25 WIB
Para Raksasa Industri Cokelat Dunia Investasi di RI
Palu - Pemerintah Indonesia sejak beberapa tahun terakhir terus mendorong nilai tambah produk kakao olahan di dalam negeri. Caranya dengan memberikan rangsangan seperti penerapan bea masuk ekspor kakao hingga insentif pajak bagi investor.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, pemerintah telah memberikan berbagai berbagai fasilitas insentif bagi investor sehingga signifikan dalam mendorong perkembangan industri pengolahan kakao di Tanah Air. Beberapa pabrikan cokelat dunia dari Amerika Serikat (AS), Prancis, Malaysia, dan lainnya sudah investasi di Indonesia.

"Masuknya beberapa investor di bidang industri pengolahan kakao skala besar seperti PT Cargill Indonesia di Jawa Timur, PT Barry Callebaut di Sulawesi Selatan PT Asia Cocoa Indonesia di Batam dan lainnya," kata Salah Husin saat Peresmian Rumah Cokelat dan Rumah Kemasan di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan โ€Ždalam pengembangan perkakaoan nasional, pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas melalui paket kebijakan, Pembebasan Bea Masuk atas pengimporan mesin, barang dan bahan.

"Kami juga memberikan Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) bagi investasi baru maupun perluasan di bidang industri pengolahan kakao dan Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-Daerah Tertentu," katanya.

Selain itu, pemerintah memberikan fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan dengan persyaratan merupakan industri pionir, rencana penanaman modal Rp 1 triliun dan telah berproduksi secara komersial.

"Di samping industri besar tersebut kita perlu mendorong tumbuhnya industri hilir pengolahan kakao skala kecil, mengingat sektor ini mempunyai rantai nilai yang cukup banyak dan berperan besar dalam penumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads