Kota Palu Punya Rumah Cokelat, Ini Fungsinya

Kota Palu Punya Rumah Cokelat, Ini Fungsinya

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2015 15:50 WIB
Kota Palu Punya Rumah Cokelat, Ini Fungsinya
Palu - Menteri Perindutrian (Menperin) Saleh Husin hari ini meresmikan beroperasinya Rumah Cokelat yang berlokasi di Jalan Setiabudi, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Rumah Cokelat yang merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian ini menjadi solusi hilirisasi industri Cokelat di Kota Palu.

"Palu ini salah satu terbesar penghasil cokelat. Sayangnya selama‎ ini kita banyak produksi dalam bentuk biji cokelat begitu saja. Sayang sekali kan," ujar Saleh di usai peresmian di lokasi Rumah Cokelat, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2015).

Sesditjen Industri Agro Kemenperin‎, Enny Ratnaningtyas mengatakan, di Rumah Cokelat ini biji cokelat dari petani diolah menjadi produk setengah jadi berupa blok-blok coklat. Di rumah cokelat terdapat alat produksi yang tak dimiliki oleh petani kakao.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita produksi cokelat blok sampai 70 kg per hari. Blok cokelat ini bentuknya cokelat setengah jadi yang belum manis. Nanti oleh IKM (Industri Kecil dan Menengah) diolah lagi, ada yang jadi minuman, ada yang jadi cokelat batangan, macam-macam tergantung kreasi IKM," kata dia.

Pembuatan cokelat setengah jadi ini sekaligus menjadi solusi bagi industri kecil menengah (IKM) di sektor pengolahan cokelat yang selama ini kesulitan mencari bahan baku.

"Di sini meskipun petani cokelat banyak, tapi tidak ada yang mengolah. Pernah ada yang coba produksi sendiri dari biji menjadi yang siap konsumsi ternyata rasanya asam sekali. Dengan adanya ini, produsen dan petani sama-sama dapat solusi. Biji cokelat dari petani, kami olah jadi setengah jadi, lalu dimanfaatkan IKM menjadi produk siap jual," katanya.

Dikatakannya, rintisan bantuan terhadap Rumah Cokelat ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2013. "Tahun ini kita lengkapi dengan alat pres untuk memisahkan lemak dari cokelat. Investasi untuk Rumah Cokelat ini Rp 3 miliar lebih. 2013 Rp 2 miliar lebih, tahun 2015 sekitar Rp 1,3 miliar," rinci Enny.

‎Dengan cara ini, diharapkan Industri Cokelat di Kota Palu bisa semakin menggeliat dan bisa menjadi ikon baru komoditi asli Kota Palu.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads