"Sasaran volume produksi tahun ini adalah 1,6 juta unit. Mohon maaf kami tidak bisa memenuhinya. Sasaran penjualan sebesar 1,4 juta dan volume ekspor 336.000 unit pun belum bisa dipenuhi dan sasaran tidak bisa dicapai. Meski sebetulnya ekspor Januari-September naik," kata Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito dalam sambutannya pada Focus Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Industri di Kementerian Perindustrian, Kamis (19/11/2015).
Ia mengatakan beberapa kendala yang dihadapi pelaku industri otomotif selain faktor ekonomi yang lesu. Faktor lainnya adalah kurangnya insentif dan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah menjadi salah satu hambatan yang dihadapi industri komponen otomotif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut hasil rapat Gaikindo tahun 2015, volume penjualan domestik hanya bisa mencapai 1 juta unit atau turun 18% dari 2014. Volume produksi pun hanya mencapai 1,1 juta unit atau turun 15% dari tahun lalu.
Ia mengatakan, kebijakan yang dibuat perlu diarahkan agar mendukung investasi di sektor industri otomotif. Terlebih negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia telah berhasil mengembangkan industri otomotif di negaranya.
"Saingan terberat dan terdekat kita adalah Thailand. Thailand memberikan insentif perpajakan dan industri yang terintegrasi bagi para investor. Investor di sektor komponen otomotif pun memilih Thailand," katanya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi pelaku industri perlu diatasi melalui komunikasi dengan pemerintah.
"Gaikindo merasa perlu bersama pihak terkait dalam pembangunan industri kendaraan bermotor terus berkomunikasi dengan pemerintah untuk mendapat langkah konkret," katanya.
Hal ini berdampak pada perkembangan industri komponen otomotif yang masih belum sesuai harapan, masih membuat industri otomotif sebagian besar mengandalkan impor.
"Menurut Gaikindo, jumlah industri komponen otomotif masih sangat kurang memadai. Dengan adanya peningkatan jumlah industri komponen otomotif sebetulnya bisa mengurangi ketergantungan akan komponen impor agar industri di dalam negeri punya daya saing," katanya.
(hen/hen)











































