Jadi Raja Otomotif ASEAN, Thailand Sempat Dianggap Remeh oleh RI

Jadi Raja Otomotif ASEAN, Thailand Sempat Dianggap Remeh oleh RI

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2015 14:48 WIB
Jadi Raja Otomotif ASEAN, Thailand Sempat Dianggap Remeh oleh RI
Jakarta - Dari sisi produksi otomotif khususnya roda empat, Thailand masih menjadi raja di ASEAN sedangkan Indonesia di posisi kedua. Padahal sebelumnya Thailand tak masuk dalam hitungan atau dianggap remeh oleh Indonesia.

"Thailand semula kita anggap remeh. Sekarang Thailand yang penduduknya hanya seperlima dari Indonesia kok produksinya (mobil) lebih banyak, jenis yang diproduksi lebih banyak. Jumlah industri komponen pun 3-4 kali lipat lebih banyak dari kita," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan pada Focus Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Industri bertajuk 'Dukungan Indistri Komponen dalam Memacu Pertumbuhan Industri Otomotif Nasional di Kementerian Perindustrian, Kamis (19/11/2015).

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, produksi industri mobil nasional pada Januari-Juni 2015 baru mencapai 577.507 unit. Belum mencapai separuh dari produksi tahun 2014 yang mencapai 1,298 juta unit mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi ekspor CBU (compeletely built up) pada Januari-Juni 2015 baru mencapai 107.448 unit. Baru mencapai 56% dari ekspor tahun 2014 sebesar 202.273 unit.

Ketika Indonesia hanya mampu memproduksi 577.507 unit mobil pada 2014, Thailand mampu memproduksi hingga 925.251 unit mobil. Putu mengatakan, tidak dipungkiri masih banyak kendala dihadapi industri otomotif di dalam negeri.

"Banyak tantangan yang kita hadapi. Termasuk dari sisi tenaga kerja seperti demo buruh. Industri komponen lokal pun masih perlu dikembangkan," katanya.

Kondisi ekonomi Indonesia juga turut menyumbang kendala yang dihadapi industri otomotif. "Kondisi ekonomi Indonesia maupun global juga menjadi tantangan industri otomotif. Seperti dari sisi nilai tukar, ekonomi global, harga energi," katanya.



Mau tahu alasan Thailand jadi raja otomotif ASEAN, klik di sini.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads