Jadi Ketum Kadin, Rosan: RI Harus Jadi Penentu Harga Sawit

Jadi Ketum Kadin, Rosan: RI Harus Jadi Penentu Harga Sawit

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2015 10:55 WIB
Jadi Ketum Kadin, Rosan: RI Harus Jadi Penentu Harga Sawit
Foto: Muhammad Idris (detikFinance)
Jakarta - Setelah resmi menyandang Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani punya target memajukan industri kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Sebagai penghasil CPO terbesar di dunia, Indonesia harus bisa menjadi penentu harga CPO di pasar global.

"Kita penghasil sawit terbesar, tapi malah nggak bisa tentukan harga sawit. Harusnya sebagai penghasil terbesar bisa jadi penentu harga bareng-bareng dengan Malaysia," kata Rosan, ditemui di Hotel Trans Luxury Bandung, Jawa Barat, usai Munas Kadin ke-VII, Selasa (24/11/2015) malam.

Rosan mengungkapkan, salah satu target utama dirinya di awal kepemimpinannya di Kadin adalah mendorong pembenahan industri CPO dan turunannya. Rosan menyebut, sawit sebagai produk lokal berdaya saing global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai Ketum Kadin baru, saya mimilih fokus pada industri strategis lokal, brand yang dominan dalam negeri itu ya CPO. Local champion yang sukses merambah dunia," jelas Rosan.

Selain menargetkan bisa jadi pengendali harga, lanjut Rosan, dirinya akan menggencarkan kampanye lewat Kadin mengenai pengelolaan kebun sawit Indonesia, yang sudah melaksanakan prinsip lingkungan berkelanjutan. Tujuannya, mengurangi hambatan ketat yang membatasi CPO di negara-negara Eropa. Seperti diketahui, sawit dari Indonesia, sering mendapat citra buruk sehingga ditolak di berbagai negara, khususnya Eropa.

"Kita bersama-sama memberikan pemahanan dan pengertian kepada dunia luar, bahwa kita menjalankan bisnis kelapa sawit semakin lama semakin baik, kita harus punya bargaining power ke pihak luar. Kita ada kendala tembus Eropa, ini yang saja perjuangkan," pungkasnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads