Dalam sambutannya, JK yakin bahwa kebakaran hutan yang sempat terjadi di Sumatera hingga Kalimantan bukan karena adanya kesengajaan oleh masyarakat atau pun perusahaan perkebunan.
"Apa yang disampaikan tentang kebakaran hutan saya yakin seyakin-yakinnya perusahaan ataupun masyarakat tidak ingin sengaja membakar sawitnya," ujar JK di hadapan ribuan peserta konferensi di Nusa Dua, Bali, Kamis (26/11/2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap masalah tentu ada sebabnya, karena itu kita coba ada perlu ada perubahan ekosistem yang terjadi. Karena itulah kita harus mengelola ekosistem yang ada. Karena itulah pemerintah seperti diketahui telah menetapkan moratorium untuk pengelolaan hutan dan gambut untuk pengembangan pada saat ini. Karena pemerintah ingin melaksanakan upaya besar untuk merestorasi hutan-hutan dan juga gambut yang telah terjadi kerusakan ekosistem," jelas JK.
Menurut JK, apapun yang dihasilkan, apabila memiliki dampak negatif pada masyarakat maka akan merusak seluruh sistem di kehidupan ekonomi dan masyarakat yang ada. Ia berharap industri sawit tetap berjalan baik, industri perkebunan lainnya juga tetap berjalan, namun lingkungan tetap harus terjaga.
"Saya yakin perkebunan dan lingkungan tidak pernah berbeda selama kita mengikuti aturan dan prinsip. Dalam waktu dekat kita harus melaksanakan sistem secara bersama-sama," tutup JK.
Acara yang diselenggarakan pada 26-27 November 2015 ini dihadiri oleh sekitar 3.000 peserta dari seluruh Indonesia dan dunia. Selain JK, beberapa delegasi asing dari beberapa negara ikut menjadi anggota konferensi tersebut.
Beberapa orang pejabat penting pun ikut menghadiri perhelatan terbesar Kelapa Sawit tersebut, diantaranya Menkopolhukan Luhut Panjaitan, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.
(rni/hen)











































