Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan program tersebut tahun depan akan terealisasi. Bila efektif, maka akan ada 6,8 juta ton minyak biodiesel berbasis sawit yang terserap.
"Mengenai biodiesel kami sudah diskusi dengan menteri ESDM, Insya Allah kita realisasikan tahun depan B20 senilai lebih kurang 6,8 juta ton. Menteri ESDM katakan, bisa dimaksimalkan kurang lebih 7 juta ton. Mudah-mudahan rencana ini bisa menjadi kenyataan," ujar Amran usai menjadi pembicara di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2015 di Nusa Dua, Bali, Jumat (2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah diskusi dengan Pak Sudirman Said, kami sampaikan bahwa komoditas sawit ini adalah komoditas strategis. Ini penopang pertanian. Ini menyumbang nilai devisa kurang lebih Rp 250 triliun. Ini harus kita jaga, kita kawal bersama. Ke depan kita mungkin akan intensifikasi dan tetap menjaga lingkungan," jelasnya.
Kelapa sawit, menurut Amran juga memiliki peranan penting bagi kesejahteraan masyarakat petani yang memiliki 4 juta hektar lahan sawit.
"Mohon maaf, bukan berarti kami tak peduli dengan lingkungan. Orang Utan saja kita jaga dan mendapatkan perhatian dunia, apalagi petani dan masyarakat sekitar. Nah, cara pandangnya harus memperhatikan kesejahteraan manusia, bukan hanya lingkungan, karena ada saudara kita yang harus dijaga dan diprioritaskan," kata Mentan.
Amran memperikrakan produksi CPO tahun ini dapat mencapai 30 juta ton. Dengan produksi seperti ini, diharapkan Indonesia dan Malaysia dapat bekerja sama memenuhi kebutuhan pasar global.
(rni/hen)











































