"Market share SKM 71%. Industri ini tidak bisa dihentikan, unstopable. Kalau keberpihakan pemerintah ke SKT tidak ada, maka heritage bisa hancur. Kemenperin minta mati-matian jangan sampai naik cukainya SKT. Cukai SKT tidak naik bisa jadi benteng masuknya rokok ilegal. Keberadaan industri rokok kecil membantu industri besar agar rokok ilegal bisa terbendung," kata Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Faiz Achmad dalam Diskusi Forum Wartawan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Besarnya market share SKM seiring dengan besarnya sumbangan cukai SKM yang saat ini cukainya ke kas negara. Faiz menyampaikan produksi rokok mencapai 352 miliar batang dengan 700 unit usaha pada tahun 2014.
Terlihat kekuatan SKM dengan penurunan jumlah pabrik rokok dibanding tahun 2009 mencapai 3.225 unit usaha namun produksi hanya 284 miliar batang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pendapatan dari cukai rokok, kata Faiz, jauh mengalahkan sunbangan tambang emas PT Freeport Indonesia.
"Freeport membanggakan diri mengatakan sejak 1995 sampai 2014 sumbangan Rp 200 triliun itu hanya setara 2 tahun dari industri rokok. Jadi ini industri besar, industri rokok nggak akan mati meski cukai dinaikkan," ucapnya.
(hen/hen)











































