Pengusaha Gula Kumpul Bahas Peranan di Industri Makanan dan Minuman

Pengusaha Gula Kumpul Bahas Peranan di Industri Makanan dan Minuman

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 03 Des 2015 16:10 WIB
Pengusaha Gula Kumpul Bahas Peranan di Industri Makanan dan Minuman
Jakarta - Para pengusaha gula rafinasi berkumpul dalam Musyawarah Nasional Ke-V Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan turut menggelar diskusi panel bertajuk 'Peranan Gula Rafinasi Dalam Mendukung Perkembangan Industri Makanan dan Minuman di Hotel Shang Ri-La, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto dan Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih.

Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Wisnu Hendra Ningrat mengatakan produksi gula rafinasi dari produsen lokal saat ini telah mampu memenuhi 50% total kebutuhan gula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi gula rafinasi sebesar 3 juta ton per tahun telah mampu memenuhi 50% kebutuhan gula dalam negeri. Produksi disalurkan ke industri makanan, minuman, dan lainnya," ungkap Wisnu.

Wisnu menyampaikan, perkembangan selama 10 tahun terakhir impor gula rafinasi pada 2004 sebesar 1 juta ton, tahun ini 75.000 ton hanya untuk spesifikasi khusus.

Menurut Wisnu, dengan kata lain, Indonesia sudah swasembada gula rafinasi meski bahan baku raw sugar sebagian besar masih impor dari Brazil, Australia, dan Thailand.Β 

"Hanya saja memang kendala kita bahan baku raw sugar masih sebagian besar impor dari Brazil, Australia dan Thailand. Pengusaha kesulitan menambah luas kebunnya untuk menghasilkan lebih banyak raw sugar," ucapnya.

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads