Harga CPO Anjlok, Perusahaan Sawit Beralih Produksi Minyak Goreng

Harga CPO Anjlok, Perusahaan Sawit Beralih Produksi Minyak Goreng

Dana Aditiasari - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2015 13:40 WIB
Harga CPO Anjlok, Perusahaan Sawit Beralih Produksi Minyak Goreng
Bogor - Sepanjang 2015, rata-rata harga minyak sawit (CPO) masih di bawah harga batas pengenaan bea keluar US$ 750 (Rp 10,275 juta) per ton. Kondisi ini membuat perusahaan memilih mengolah CPO menjadi minyak goreng, sabun, hingga mentega, daripada hanya mengekspornya dalam bentuk mentah atau setengah jadi.

Demikian diyakini manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk, anak usaha PT Astra International yang bergerak di industri kelapa sawit. Direktur Keuangan Astra Agro Lestari, Rudy Chan mengatakan, perusahaan pun mengubah strategi bisnisnya dengan tidak lagi meningkatkan aktivitas perkebunan.

"Beberapa tahun lalu di saat harga di atas bea keluar semuanya doyan ekspor, tapi kini harga rendah jadi tak menarik lagi. Kami telah putuskan di belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini kalau kami tak akan melakukan penanaman baru‎," jelas Rudy, dalam acara Workshop Wartawan di Kawasan Sentul Nirwana, Bogor, Jumat (4/12/2015).‎

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gantinya, perusahaan akan banyak melakukan pengembangan pada industri pengolahan bernilai tambah. Sehingga produk minyak sawit alias crude palm oil (CPO) tak lagi dijual mentah.

"Kini kami lebih fokus ke hilir saja karena memiliki nilai tambah, apalagi pengenaan bea keluarnya lebih rendah dibanding CPO," jelas dia.

Untuk itu, anggaran dalam belanja modal alias capital expenditure (Capex) akan lebih banyak digunakan untuk perawatan tanaman yang sudah ada dan membangun pabrik pengolahan CPO.

Sekedar catatan, Hingga kuartal III tahun ini, perusahaan telah menggelontorkan anggaran belanja modal sebesar Rp 2,08 triliun atau menurun 20,6% dibanding kan dengan belanja modal tahun sebelumnya Rp 2,62 triliun. Adapun total alokasi anggaran belanja modal Astra Agro sebesar Rp 2,6 triliun.

Sementara untuk tahun depan, Rudy mengatakan, Astra Agro akan memangkas 25 hingga 30% anggaran belanja modalnya menjadi sekitar Rp 1,82 triliun.

"Lebih jelasnya capex itu untuk perawatan tanaman kami. Selain itu, tahun depan kami berencana untuk membangun satu CPO mill lagi di Sulawesi Tengah," sambung dia.

Pembangunan CPO mill tersebut, membutuhkan investasi mencapai US$ 120 juta atau Rp 1,64 triliun, dengan kapasitas produksi 45 ton per jam. CPO mill ini untuk mengolah sawit menjadi produk mentega, minyak goreng, sabun dan lainnya.

(dna/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads