Selain itu, sektor tekstil terutama pakaian jadi pun belum membuahkan kineja yang memuaskan karena menghadapi banyak tantangan. Kemenperin menyatakan ekspor pakaian jadi turun selain akibat lesunya permintaan global, juga karena gempuran impor pakaian bekas illegal.
"Penurunan ekspor pakaian jadi karena posisi global turun. Ekspor kita juga berkurang. Ini situasi dunia. Kedua masih maraknya penyelundupan pakaian bekas yang akhir-akhir ini mulai dikendalikan," kata Setio Hartono, Sekretaris Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Ruang Garuda Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (18/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak 2007 kami lakukan restrukturisasi industri TPT (tekstil dan produk tekstil) dan alas kaki untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi. Kami juga ada rencana melakukan national branding pakaian jadi dan alas kaki," kata Setio.
Setio menyebut restrukturisasi mesin dan alat produksi industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) dan industri alas kaki sejak 2007 sampai dengan 2014 telah mendorong peningkatan kapasitas produksi sebesar 14%-25%, produktivitas 4-9%, efisiensi energi 2-7% dan penyerapan tenaga kerja sebesar 241.835 orang.
(hns/hns)











































