"Sektor makanan minuman tahun depan akan menjadi industri prioritas selain industri logam hingga ponsel. Sebab sektor makanan dan minuman ini pertumbuhnya cukup tinggi dan selalu neracanya positif walaupun ekonomi melambat," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan proyeksi sektor makanan dan minuman menjadi sektor prioritas motor pertumbuhan industri non migas sejalan dengan komoditas pertanian unggulan ekspor yang kian diminati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kopi menurutnya juga berpeluang jadi jualan eskpor agro unggulan di 2016. "Kopi ke depan bisa naik ekspornya. Makanya kita terus perkenalkan kopi olahan Indonesia ke luar negeri," tambahnya.
Selain itu, lanjut Panggah, ada potensi baru produk agro yaitu rumput laut. "Rumput laut juga punya potensi ekspor termasuk produk karagena," imbuhnya.
Panggah menambahkan, dari sisi bea masuk, Indonesia bahkan termasuk rendah dibanding beberapa negara besar
"Tarif kita sudah sangat-sangat liberal. Rata-rata bea masuk di Indonesia yaitu 7% lebih rendah dibanding China yang mencapai 10%, Korea 12% dan India 13%. Tantangan liberalisasi perdagangan adalah kesiapan sumber daya seperti bahan baku, tenaga kerja, pendanaan, teknologi, mesin dan investasi," jelasnya.
(hns/hns)











































