Menurut para pengusaha lokal yang tergabung dalam Asosiasi Gula Indonesia (AGI), produksi gula lokal pada 2015 tidak mampu mencukupi kebutuhan di awal 2016.
Direktur Eksekutif AGI, Tito Pranolo mengungkapkan bahwa produksi gula tahun ini hanya 2,5 juta ton, di bawah target pemerintah sebesar 2,7 juta ton. Produksi pada tahun depan pun diperkirakan tidak jauh berbeda karena efek el nino pada panen tebu di awal 2016.
"Realisasi produksi gula kita tahun ini 2,5 juta ton, di bawah taksasi pemerintah 2,7 juta ton. Produksi 2016 kemungkinan tidak lebih baik, bahkan bisa lebih buruk karena efek el nino," ujar Tito saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (30/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, stok gula yang ada saat ini memang tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan hingga April 2016. Kekurangannya adalah 200.000 ton. "Memang akan ada kekurangan 200.000 ton untuk memenuhi kebutuhan sampai musim giling di April," tuturnya.
Karena itu, Tito mendukung langkah pemerintah yang menugaskan Bulog mengimpor GKP untuk buffer stock supaya tidak terjadi kelangkaan dan gejolak harga. "Bulog punya infrastruktur, ada gudang di seluruh Indonesia. Bulog harus menyeimbangkan pelaku pasar lain," tutupnya.
Sebelumnya, Rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian pada Senin awal pekan ini memutuskan bahwa pemerintah akan menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor 200.000 ton gula kristal putih (GKP) untuk kebutuhan tahun depan.
(hns/hns)











































