Produksi Gula PTPN X Capai 431.000 Ton dalam Setahun

Produksi Gula PTPN X Capai 431.000 Ton dalam Setahun

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Minggu, 03 Jan 2016 15:45 WIB
Produksi Gula PTPN X Capai 431.000 Ton dalam Setahun
Foto: Dok.PTPN X
Jakarta - PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) membukukan produksi gula 431.020,4 ton pada 2015. Kinerja ini sekaligus mempertahankan posisi PTPN X sebagai produsen gula terbesar di Indonesia mengungguli perusahaan pergulaan lainnya.

Rendemen (kadar gula dalam tebu) yang dibukukan pada 2015 mencapai 8,30%, meningkat dibanding rendemen 2014 sebesar 7,65%. Level rendemen PTPN X yang sebesar 8,30% itu juga termasuk yang tertinggi di Indonesia.

Direktur Produksi PTPN X T. Sutaryanto mengatakan, pada 2015 PTPN X mengelola lahan tebu seluas 70.301 hektar yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total tebu yang digiling mencapai 5,18 juta ton. Tebu tersebut digiling di sebelas pabrik gula milik PTPN X yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Kediri, dan Tulungagung.

PTPN X telah melakukan revitalisasi secara berkelanjutan, baik di bidang budidaya (on farm) maupun pabrik (off farm).

Program-program peningkatan efisiensi seperti elektrifikasi mesin penggerak dilanjutkan terutama untuk menekan penggunaan bahan bakar, efisiensi mesin giling, menekan tingkat kehilangan gula, dan pengurangan jam berhenti dengan memperbaiki indikator kelancaran pasokan tebu.

”Efisiensi penting karena akan sangat menentukan daya saing pabrik gula, terutama terkait dengan biaya produksi yang berpengaruh pada profitabilitas perusahaan,” jelas Sutaryanto dalam keternagan resminya, Minggu (3/1/2016).

Dari sisi kualitas gula, perusahaan tahun ini telah merampungkan proses sertifikasi Standard Nasional Indonesia (SNI) untuk semua pabrik gula.

"Sebelas pabrik gula kami produksinya sudah memenuhi SNI. Beberapa di antaranya juga sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI. Ini merupakan nilai tambah karena tuntutan konsumen semakin tinggi," ujar dia.

Ke depan, Sutaryanto mengatakan, perbaikan dari sisi budidaya tebu (on farm) akan terus ditingkatkan dengan cara memperkuat varietas unggulan tebu, mulai dari penataan hingga pengembangan varietas.

”Kami terus memperkuat monitoring perkembangan tanaman tebu, meningkatkan kompetensi petugas tanaman, dan pemberian reward and punishment untuk memacu kinerja para petani. Beberapa aspek tersebut bakal menjadi fokus perbaikan agar kinerja di masa mendatang semakin meningkat," kata Sutaryanto.

Dia menambahkan, pelayanan kepada petani juga diwujudkan dengan pendampingan serta fasilitasi beragam metode pelatihan budidaya dan mekanisasi.

Petugas PTPN X pun melakukan pengawalan di lahan-lahan tebu petani agar terhindar dari serangan hama penyakit tanaman.

”Pelayanan kepada petani menjadi concern kami tahun depan mengingat peran petani sangat sentral sebagai pemasok tebu,” pungkas Sutaryanto.

(drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads