Pengembangan jet tempur generasi 4.5 tersebut akan dimulai kembali dengan tahapan Engineering and Manufacturing Development (EMD).
Untuk pengembangan dan produksi dilakukan antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) (Persero) dan Korea Aerospace Industries (KAI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mulai produksi tahun 2025," Kata Ryamizard dalam acara Penandatangan Cost Share Agreement (CSA) dan Work Assignment Agreement (WAA) di Kemenhan, Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Untuk menuju tahap produksi, PTDI dan KAI akan melakukan proses pengembangan bersama.
Ditargetkan, prototype atau purwarupa IFX/KFX baru diluncurkan tahun 2019. Kedua pihak akan mengembangkan 6 unit prototype KFX/IFX.
Setelah peluncuran purwarupa, kemudian dilanjutkan dengan proses tes hingga produksi bersama di Indonesia dan Korsel.
"Indonesia akan produksi untuk 2 skuadron (48 unit)," Tambahnya.
Untuk versi Indonesia, jet tempur yang diproduksi ialah tipe IFX. Jet tempur ini ialah generasi 4,5.
Dengan generasi ini, IFX memiliki kemampuan mengungguli jet tempur F16 yang merupakan pesawat generasi 4. Generasi 4.5 bisa diklaim sebagai pesawat tempur semi siluman.
"Pesawat ini di atas F16," Ujarnya.
(feb/drk)











































