Rini Soemarno: Kaleng Minuman Saja Masih Impor

Rini Soemarno: Kaleng Minuman Saja Masih Impor

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2016 13:42 WIB
Rini Soemarno: Kaleng Minuman Saja Masih Impor
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong perusahaan pelat merah untuk masuk ke industri hilir pertambangan.

Alasannya, ia melihat banyak industri hilir tambang yang seharusnya bisa diproduksi di dalam negeri, namun masih diimpor karena tidak bisa diproses di Indonesia.

Ia mengambil contoh botol minuman kaleng yang harus diimpor bahan bakunya, padahal BUMN memiliki bahan baku dasar yang bisa diolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kaleng botol, kaleng Coca-Cola saja impor, padahal kita punya bahan baku," Kata Rini di depan BUMN Tambang di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Rini mengatakan, BUMN tambang seperti PT Inalum, PT Antam, PT Bukit Asam dan PT Timah bisa saling bersinergi memproduksi produk turunan (hilirisasi).

Produk turunan bisa memiliki nilai tambah berkali-kali lipat daripada bahan mentah tambang.

"Tambahan nilai bisa 8-10 kali. Kalau kelemahan teknologi, saya katakan teman-teman pertambangan bisa beli atau partnership," jelasnya.

Contoh riil lagi ialah kerjasama antara Antam dan Inalum dalam memproduksi hilirisasi dari aluminium. Antam sebagai pemasok bahan baku, bersinergi dengan Inalum yang memiliki pabrik pemrosesan.

Bahan baku kemudian diolah menjadi pelat alumunium ringan sebagai bahan baku kereta hingga pesawat.

"Ke depan bauksit bisa diolah jadi great alumina, alumunium dan produk akhir. Sekarang banyak produk nilai tambah tinggi pakai alumunium yang dulu besi seperti kapal terbang dan mobil. Dengan alumunium, berat bisa lebih ringan dan penggunaan energi lebih seadikit," tuturnya.

(feb/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads