Peritel raksasa internasional, Walmart, akan menutup 269 toko di tahun ini, sebagai salah satu bentuk efisiensi karena kinerja keuangan terus merosot, imbas dari perlambatan ekonomi.
Penutupan toko tersebut dilakukan karena dinilai berkinerja buruk, dan sebagian besar berada dalam jarak 10 mil dari Walmart lainnya.
Toko yang akan ditutup tersebut, 154 toko berada di Amerika Serikat, yang merupakan 2/3 toko dengan jenis "Walmart Express". Sementara Walmart Supercenter yang ditutup sebanyak 12 unit, 4 Sam's club stores, dan sisanya lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari angka tersebut, sebanyak 10.000 karyawan akan dialihkan ke toko Walmart di daerah terdekat dengan toko sebelumnya, di AS.
Namun, jika hal tersebut tidak dimungkinkan, maka pilihannya adalah akan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Walmart akan memberikan pesangon dalam 60 hari ke depan senilai gaji masing-masing karyawan.
Sektor ritel saat ini memang sedang berjuang mati-matian. Tahun lalu saham Walmart (WMT) anjlok hingga 30%.
"Penutupan toko bukan keputusan yang mudah, tapi itu perlu dilakukan untuk bisa menjaga perusahaan tetap kuat," kata Doug McMillon, CEO Walmart seperti dilansir CNN.com, Minggu (17/1/2016).
Namun, Walmart akan melanjutkan rencananya untuk membuka 300 toko baru di seluruh dunia pada akhir tahun ini dan 2017, termasuk 60 Supercenters baru dan 10 Sam's Club stores.
"Kami berkomitmen untuk tumbuh, tapi kami sedang disiplin tentang hal itu," kata McMillon.
Penutupan toko-toko Walmart mewakili lebih dari 2% dari 11.600 toko di seluruh dunia.
Kira-kira setengah dari penutupan toko di Walmart berada di Brazil, dan sisanya berada di negara Amerika Latin.
(drk/drk)











































