Kusrin Cuma Lulusan SD Tapi Bisa Bikin TV, Kok Bisa?

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2016 14:19 WIB
Jakarta -

Membuat barang yang mempunyai nilai jual bisa dari apa saja, bahkan dari barang bekas sekalipun. Adalah Muhammad Kusrin, warga Wonosari, Karanganyar, Jawa Tengah, yang berhasil merakit barang elektronik bekas menjadi barang yang lebih bernilai jual tinggi.

Di tangannya, radio bekas seharga Rp 80.000 bisa disulap menjadi barang bernilai ratusan ribu rupiah.

"Waktu itu, saya mulai usaha dengan membeli radio rusak harganya Rp 80 ribu. Saya bawa pulang lalu saya service di rumah. Saya jual laku Rp 200 ribu," ujar laki-laki dengan logat jawa yang kental tersebut saat berbincang dengan Menteri Perindutrian Saleh Husin, Selasa (19/1/2016).

Modal Rp 200 ribu itu digunakannya untuk membeli perangkat telekomunikasi pesawat radio FM. Perangkat ini dipakai untuk berkomunikasi dengan sesama pelaku usaha jasa service elektronik di dekat tempat usahanya di Karanganyar.

"Dari situ kita sesama service elektronik belajar tentang teknik-teknik baru di bidang perbaikan elektronik, kita saling bagi pengalaman, bagi pengetahuan," aku dia.

Kegiatannya tersebut terus ditekuni hingga dirinya bisa merakit satu unit televisi utuh memanfaatkan tabung bekas layar komputer.

Menariknya, semua kegiatan usahanya tersebut‎ dilakukannya tanpa bekal pendidikan formal. Ia melakukannya secara autodidak dengan membongkar dan merakit ulang alat-alat elektronik tersebut.

"Saya ngutak-ngutik sendiri. Nggak pernah ikut les," pungkas dia.

Terdengar sederhana memang. Tapi tanpa ketekunan tentu kusrin tidak akan berhasil merekayasa sebuah barang bekas menjadi barang bernilai seperti saat ini.

"Kita juga pelajari. Karena membuat televisi pakai tabung komputer itu butuh banyak penyesuaian. Bagaimana caranya supaya tabung komputer itu bisa bekerja dengan dipasangkan mesin televisi. Itu kan nggak gampang," pungkasnya.

(dna/hns)