Blusukan ke Pabrik Pesawat di Bandung, Ini Pesan JK

Blusukan ke Pabrik Pesawat di Bandung, Ini Pesan JK

Baban Gandapurnama - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2016 19:10 WIB
Blusukan ke Pabrik Pesawat di Bandung, Ini Pesan JK
foto: perakitan prototype N219
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi kiprah PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai salah produsen pesawat kelas dunia.

Pemerintah, lanjut JK, mendorong produsen pesawat pelat merah yang bermarkas di Kota Bandung ini untuk memperbesar pangsa pasar pesawat komersial.

Hal ini disampaikan JK saat blusukan ke Markas PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun pemerintah sendiri tidak beli pesawat banyak, kecuali TNI. Kalau yang beli banyak itu komersial. Ya ada di sini, jadi (pesawat) komersial ini fokusnya," kata JK.

JK mengingatkan kepada PTDI agar ke depannya memperhatikan efisiensi dan kecepatan produksi.

"Bisnis diperhatikan. Lalu teknologinya, after sales service dan fokus, kalau seperti itu baru bisa berjalan," ujar JK.

Mendapat arahan itu, PTDI menyatakan siap memproduksi pesawat komersial. PTDI memiliki produk pesawat komersial terbaru yakni N219.

"Konsentrasi kami ke depan ialah N219, kemudian pesawat berpenumpang 50 orang. Jadi nanti PTDI lebih banyak komersial dan penyedia spare part pesawat," kata Direktur Utama PTDI Budi Santoso.

N219 buatan PTDI secara resmi telah ditampilkan perdana kepada publik pada 10 Desember 2015. Pesawat N219 saat ini tengah memasuki tahapan sertifikasi kelaikan udara dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU), Kementerian Perhubungan.

Sertifikasi bertujuan agar N219 dapat memiliki production certificate dan type certificate guna menjamin keamanan pesawat.

Budi mengungkapkan, JK mengingatkan PTDI agar jangan meninggalkan produksi pesawat untuk pasar pemerintah.

"Pak JK juga bilang, bikin pesawat itu mudah. Tapi menjualnya susah, lebih susah lagi merawatnya. Pak JK juga berpesan, setelah jualan, maintenance-nya diperhatikan. Sebab pesawat komersial itu kan tiap hari terbang," tutur Budi.

(bbn/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads