Boeing memangkas produksi B747 dari 12 unit, menjadi 6 unit per tahun. Sebelum kemunculan Airbus 380, B747 pernah menjadi primadona maskapai dunia untuk penerbangan jarak jauh (long haul).
Pesawat yang mulai first flight pada tahun 1969 ini, telah digantikan perannya oleh pesawat jumbo keluaran Boeing generasi terbaru yang bermesin ganda (twin engine). Seperti dikutip dari BBC, Minggu (24/1/2016), Boeing 747 dengan 4 mesin ini dinilai kalah efisien daripada pesawat jumbo terbaru seperti B777 hingga B787 Dreamliner. Selain itu, B747 dinilai sudah sepi peminat karena Boeing hanya memperoleh order 2 unit sepanjang 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski produksinya mulai dipangkas, Boeing masih akan memproduksi B747 untuk memenuhi pesawat kepresidenan Amerika Serikat (AS) 'Air Force One'. Tak hanya itu, peran B 747 juga telah bergesar dari pesawat angkut penumpang menjadi pesawat barang atau cargo.
Namun, muncul masalah lain karena bisnis cargo udara ikutan menurun lantaran perlambatan ekonomi. Kondisi ini diamini oleh petinggi Boeing.
"Bisnis cargo udara mengalami hal sulit dalam beberapa tahun terakhir, trennya tidak ada tanda-tanda untuk tumbuh. Untuk angkutan penumpang, produk 747-8 kalah bersaing dengan 777-9X," ujar Chief Executive of Boeing Commercial Airplanes, Ray Conner. (feb/feb)











































