"Karyawan kami seluruhnya ada sekitar 1.000 orang. Kami tidak melakukan pengurangan sama sekali meskipun banyak yang bilang kondisi ekonomi sedang kurang stabil di 2015," ujar Direktur Perusahaan Suryandi di Kantornya, Jakarta, Senin (25/1/2016).
Ia mengatakan, perusahaan bisa mempertahankan seluruh karyawannya lantaran di saat bersamaan perusahaan bisa melakukan efisiensi memanfaatkan momentum pelemahan harga minyak dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi produksi seiring sudah mulai beroperasinya pabrik baru dengan kapasitas yang lebih besar. produksi tahunan perusahaan bakal meningkat hingga 43%.
Pasca Ekspansi kapasitas produksi tahunan produk petrokimia perusahaan akan meningkat. Untuk Ethylene meningkat dari 600 ribu ton ke 860 ribu ton. Propylene dari 320 ribu ton menjadi 470 ribu ton, Py-Gas dari 280 ribu ton menjadi 400 ribu ton dan Mixed C4 dari 220 ribu ton menjadi 315 ribu ton.
Dengan efisiensi dari sisi produksi ini perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya di masa mendatang. "Kalau produksi meningkat, otomatis biaya akan semakin efisien. Kinerja akan semakin baik," pungkas dia.
Seperti diketahui, kejatuhan harga minyak dunia telah menyebabkan kinerja perusahaan-perusahaan di sektor ini mengalami pelemahan. Sejumlah perusahaan minyak dunia bahkan mengumumkan telah mengurangi jumlah karyaewannya sepanjang tahun 2015. (dna/hns)











































