Kondisi Ekonomi Sulit di 2015, Chandra Asri Tak PHK Karyawan

Kondisi Ekonomi Sulit di 2015, Chandra Asri Tak PHK Karyawan

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 25 Jan 2016 18:23 WIB
Kondisi Ekonomi Sulit di 2015, Chandra Asri Tak PHK Karyawan
Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Pelemahan ekonomi yang terjadi sepanjang 2015 turut dirasakan perusahaan petrokimia terintegrasi, PT Chandra Asri Petrochemical. Namun demikian, perusahaan tidak melakukan pengurangan karyawan.

"Karyawan kami seluruhnya ada sekitar 1.000 orang. Kami tidak melakukan pengurangan sama sekali meskipun banyak yang bilang kondisi ekonomi sedang kurang stabil di 2015," ujar Direktur Perusahaan Suryandi di Kantornya, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Ia mengatakan, perusahaan bisa mempertahankan seluruh karyawannya lantaran di saat bersamaan perusahaan bisa melakukan efisiensi memanfaatkan momentum pelemahan harga minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang harga akhir produk kami mengalami penurunan. Tapi bahan baku, nafta juga turun. Karena nafta itu kan produk turunan minyak. Jadi kami bisa mempertahankan margin, sehingga kami tidak perlu melakukan efisiensi terlalu besar sampai harus mengurangi jumlah karyawan," papar dia.

Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi produksi seiring sudah mulai beroperasinya pabrik baru dengan kapasitas yang lebih besar. produksi tahunan perusahaan bakal meningkat hingga 43%.

Pasca Ekspansi kapasitas produksi tahunan produk petrokimia perusahaan akan meningkat. Untuk Ethylene meningkat dari 600 ribu ton ke 860 ribu ton. Propylene dari 320 ribu ton menjadi 470 ribu ton, Py-Gas dari 280 ribu ton menjadi 400 ribu ton dan Mixed C4 dari 220 ribu ton menjadi 315 ribu ton.

Dengan efisiensi dari sisi produksi ini perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya di masa mendatang. "Kalau produksi meningkat, otomatis biaya akan semakin efisien. Kinerja akan semakin baik," pungkas dia.

Seperti diketahui, kejatuhan harga minyak dunia telah menyebabkan kinerja perusahaan-perusahaan di sektor ini mengalami pelemahan. Sejumlah perusahaan minyak dunia bahkan mengumumkan telah mengurangi jumlah karyaewannya sepanjang tahun 2015. (dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads