Setelah menjajaki rencana pembelian 114 unit pesawat keluaran pabrikan Uni Eropa, Airbus, kini Iran berencana kembali membeli pesawat keluaran pabrikan AS, Boeing.
Wakil Menteri Perhubungan Iran, Asghar Fakhrieh Kashan, seperti dikutip BBC, Selasa (26/1/2016) berminat membeli 100 unit pesawat buatan Boeing namun belum dirinci jenis pesawat yang akan dibeli Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negosiasi pembelian pesawat baru antara Iran dan Airbus lebih maju ketimbang Boeing. Menurut media lokal Iran, Presiden Iran, Hassan Rouhani pada Rabu ini akan menandatangani pembelian 114 unit pesawat baru keluaran Airbus saat melakukan lawatan ke Paris.
Pembelian pesawat dari Airbus tampaknya dinilai sangat vital, karena maskapai Iran selama ini dilarang terbang ke ruang udara Uni Eropa. Pesawat milik maskapai Iran dinilai gagal memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Menurut data airfleets.net, umur rata-rata dari pesawat yang dimiliki oleh maskapai Iran berkisar 27 tahun. Alhasil, maskapai Iran memang sangat membutuhkan pesawat baru untuk peremajaan.
Menurut, Menteri Perhubungan Iran, Abbas Akhoundi, Iran saat ini memiliki 250 unit pesawat penumpang, namun hanya 150 yang bisa beroperasi.
Ke depan, Iran membutuhkan 400 unit pesawat bermesin jet baru untuk melayani rute jarak menengah dan 100 unit pesawat jet baru untuk melayani penerbangan rute pendek.
(feb/dnl)











































