Melihat regulasi ini, Garuda Indonesia mengaku tak terlalu berpengaruh besar dengan rencana penurunan tarif batas atas karena tarif tersebut hanya diterapkan saat jumlah penumpang membludak atau saat peak season seperti pada musim libur panjang.
"Kalau batas atas diturunkan, kan batas atas nggak setiap hari dipakai. Pengaruhnya kita akan turunkan loss, yakni opportunity saat peak day, peak season, peak time. Itu saja ruginya," kata Direktur Utama Garuda, Arif Wibowo saat ditemui di area Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (1/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin (regulator) anggap cost produksi turun. Kalau di airlines, tarif itu selalu ikuti mekanisme pasar, harga nggak di-lock," tambahnya.
Arif menambahkan, penumpang angkutan udara saat ini dianggap masih menjangkau harga tiket yang ditawarkan oleh maskapai.
Tentunya, maskapai sangat mendukung langkah regulator sepanjang menciptakan industri yang sehat.
"Memang harga tiket pesawat sekarang affordable. Sekarang orang menikmati kok, dengan tarif yang sekarang," sebutnya. (feb/drk)











































