Ini Alasan Rachmat Gobel Merger Pabrik dan Kurangi Pekerja

Ini Alasan Rachmat Gobel Merger Pabrik dan Kurangi Pekerja

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 06 Feb 2016 13:00 WIB
Ini Alasan Rachmat Gobel Merger Pabrik dan Kurangi Pekerja
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Panasonic Gobel Indonesia sempat diterjang isu pemutusan hubungan kerja. Namun, menurut Rachmat Gobel, Bos PT Panasonic Gobel Indonesia, yang terjadi adalah merger pabrik dan pengunduran diri karyawan karena menolak dipindah ke pabrik baru.

Gobel menjelaskan, situasi yang terjadi di Panasonic merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

"Untuk menyikapi persaingan pasar yang lebih ketat, tentu perusahaan harus melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas," kata Gobel usai diskusi di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (7/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pekerja yang mengundurkan diri itu berasal dari pabrik pembuatan lampu jenis CFL. Gobel memaparkan, saat ini permintaan pasar semakin bergeser ke lampu jenis LED. Biaya produksi lampu LED pun semakin murah, sementara biaya produksi lampu CFL justru makin mahal padahal permintaannya semakin menurun.

"Produk yang kami buat, khususnya alat kelistrikan, itu membuat lampu jenis CFL, dan tren produk itu sekarang ke LED. Apalagi cost produksi LED itu makin murah. Sementara ini (CFL) makin tinggi. Karena itu kami mengubah produk yang kami buat dengan teknologi lebih advance," dia menerangkan.

Karena itu, Panasonic harus mengubah produknya. Mau tak mau harus ada pengurangan pekerja dan 2 pabrik dimerger menjadi 1 pabrik. Kini Panasonic hanya mengoperasikan 2 pabrik dari sebelumnya 3 pabrik.

"Otomatis ada pengurangan pekerja. Dan lokasi pabrik tadinya 3 lokasi dipindah menjadi 2 lokasi," ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya Panasonic telah menawarkan para pekerja untuk dipindahkan ke pabrik lain. Tetapi banyak yang lebih memilih mengundurkan diri karena pertimbangan biaya hidup dan sebagainya.

"Pengurangan tenaga kerja itu dalam posisi sekarang, mereka banyak yang lebih memilih mengajukan pengunduran diri daripada pindah. Pindah itu kan ada biaya buat mereka," tuturnya.

Meski terkena PHK, kata Gobel, 508 pekerja dari pabrik lampu CFL Panasonic tersebut sebagian besar sudah memiliki pekerjaan dan usaha baru.

"Yang keluar 508 pekerja, mereka memang memutuskan untuk nggak ikut ke pabrik baru dan lebih memilih pensiun dini dengan pesangon yang cukup besar. Beberapa ada yang pilih untuk buka usaha baru, bahkan yang saya dengar ada yang sudah diterima di perusahaan baru," pungkasnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads