Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan), luas panen pada Januari 2016 hanya 460.000 hektar (ha), dan menghasilkan 2,4 juta ton gabah kering giling (GKG). Sedangkan pada Januari 2015, luas panen mencapai 560.000 ha dengan produksi 3 juta ton GKG. Artinya, ada penurunan produksi beras hingga 20%.
"Luas panen Januari tahun ini turun akibat el nino tahun lalu," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Suwandi, saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (15/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oktober kemarin kan kekeringan akibat el nino, petani nggak dapat air. Jadi petani baru mulai tanam padi pada November, bergeser sedikit," ujarnya.
Meski demikian, menurutnya, secara keseluruhan dampak el nino tidak begitu terasa, karena Kementan telah melakukan berbagai antisipasi dan meningkatkan luas tanam pada bulan-bulan sebelumnya, sehingga produksi beras tetap terjaga. "Walau el nino, luas tanam pada 2015 tetap lebih tinggi dibanding 2014," tukas Suwandi.
Penurunan produksi pada Januari 2016, sambungnya, juga bakal tertutup oleh peningkatan produksi pada Februari-Maret 2016 dibanding Februari-Maret 2015. "Februari kita akan panen 5 juta ton GKG, Maret 12,6 juta ton GKG, lebih tinggi dibanding 2015," pungkasnya. (wdl/wdl)











































