"Saat ini merupakan tahun yang berat tapi banyak sekali peluang, misalnya saja fokus di listrik. Itu kebutuhan dasar kalau industri mau tumbuh karena kalau kita mau industri tumbuh kita harus ada pembangkit," ujar Novias di sela-sela diskusi pada acara Shell Indonesia Technology Conference 2016, di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Ia juga membandingkan indeks electricity dengan negara-negara tetangga dimana negara-negaraΒ tersebut rata-rata memiliki nilai indeks electricity mencapai 2, sedangkan Indonesia hanya mencapai 0,22
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, untuk mencapai indeks electricity setara dengan negara-negara tetangga, Ia berharap pembangunan pembangkit listrik ini dipercepat agar dapat mendorong tumbuhnya industri.
"Artinya, bagaimana Indonesia bisa mencapai seperti negara-negara tetangga pertumbuhannya, karena listrik itu kan engine dari pertumbuhan, karena tanpa listrik kita tidak bisa dorong kemajuan ekonomi," jelas Novias. (hns/hns)











































