Agar Industri Tumbuh, Pemerintah Harus Tambah Pasokan Listrik

Agar Industri Tumbuh, Pemerintah Harus Tambah Pasokan Listrik

Dina Rayanti - detikFinance
Rabu, 17 Feb 2016 20:30 WIB
Agar Industri Tumbuh, Pemerintah Harus Tambah Pasokan Listrik
Foto: Niken Purnamasari
Jakarta - Pemerintah sedang menggarap proyek listrik 35.000 MW. Senada dengan yang dicanangkan oleh pemerintah itu, General Manager Power Plant dan Energy Department PT Wijaya Karya, Novias Surendra mengatakan apabila industri kita ingin tumbuh harus memperbanyak pembangunan pembangkit listrik.

"Saat ini merupakan tahun yang berat tapi banyak sekali peluang, misalnya saja fokus di listrik. Itu kebutuhan dasar kalau industri mau tumbuh karena kalau kita mau industri tumbuh kita harus ada pembangkit," ujar Novias di sela-sela diskusi pada acara Shell Indonesia Technology Conference 2016, di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Ia juga membandingkan indeks electricity dengan negara-negara tetangga dimana negara-negaraΒ  tersebut rata-rata memiliki nilai indeks electricity mencapai 2, sedangkan Indonesia hanya mencapai 0,22

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada akhirnya kita melihat negara tetangga dengan cara melihat perbandingan antara jumlah penduduk dengan jumlah pembangkit yang kita punya, kalau dibandingkan dengan Singapura install capacity dengan jumlah penduduknya itu indeks nya 2,2. Semua negara maju indeks angkanya 2 semua, Malaysia 1, China 1,1, Amerika Serikat 3,3, Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang di atas 5% 240 juta penduduk indeksnya 0,22, kalau dilihat kita terendah tapi kita bisa survive ada growth 5% lebih," kata Novias.

Oleh karena itu, untuk mencapai indeks electricity setara dengan negara-negara tetangga, Ia berharap pembangunan pembangkit listrik ini dipercepat agar dapat mendorong tumbuhnya industri.

"Artinya, bagaimana Indonesia bisa mencapai seperti negara-negara tetangga pertumbuhannya, karena listrik itu kan engine dari pertumbuhan, karena tanpa listrik kita tidak bisa dorong kemajuan ekonomi," jelas Novias. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads